Awalnya Coba-coba, Sri Dewi Kini Miliki Label Tas Sendiri

Awalnya Coba-coba, Sri Dewi Kini Miliki Label Tas Sendiri

Diposkan: 05 Jun 2018 Dibaca: 1395 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Bisnis kadang bisa berawal dari hal yang tak terduga. Misalnya dari coba-coba akhirnya serius dan berujung berpenghasilan.

Inilah yang ditekuni Sri Dewi Yana yang kini dikenal sebagai pembuat tas berbahan kanvas, linen, katut dan sintetis.

Dia mengakui, tiga tahun lalu tepat 2015 dia mengisi waktu yang sepi karena ditinggalkan sang suami yang kerja ke Afrika. Awalnya dia sekadar membuat tas-tas tersebut untuk anak-anaknya. Tapi siapa sangka,  ternyata diminati dan malah dipesan banyak orang.

“Jadi saat itu tahun 2015 suami saya kerja ke Afrika. Nah, mungkin galau juga ya dan agar gk galau buat apa ya. Jadi saya belajar otodidak melalui youtube dan dipakai sendiri oleh anak saya. Gak taunya banyak yang lihat tas yang anak saya pakai dsn banyak yang pesan,” katanya pada UKMKOTAMEDAN.COM, Selasa (5/6/2018).

Sri menambahkan produksi dan jualan tasnya juga di rumahnya di Gaperta tepatnya di Komplek Tata Alam Asri, Gaperta.

“Banyak yang telah pesan tas ini mengatakan produksi tas di Sabina Collection lebih kuat dari produksi tas lainnya. Namun tas ini di produksi sesuai permintaan kadang banyak ya kadang tidak. Namun saya kadang membuat juga,” terang wanita kelahiran 16 April ini.

Untuk pemasaran tas ini dikatakan Sri masih lokal dan belum merambah ke luar negeri. Begitupun berkat hasil kerja kerasnya ia mendapatkan rezeki pelatihan buat tas ke Sidoarjo selama 2 minggu.

“Insha Allah bulan Agustus ini saya ikut berangkat lagi ke Surabaya untuk ikuti branding produksi menuju pasar nasional internasional dan saat ini saya sedang mempersiapkan produk-produk nya,” tukasnya.
 

Harga tas buatanbnya yang ia pasarkan mulai dari  Rp10.000 sampai Rp750.000 tergantung bahan dan desainnya. Ia pun berharap usaha kecilnya ini bisa berkembang. Nah, setiap penjualan yang laku Sri langsung keluarkan 10 % untuk sedekah.

“Semoga bisa menolong bagi yang membutuhkan. Apalagi saya memang suka dan memang hobby aja mengerjakannya mau sebanyak apa pun. Tapi  kadang lupa kalau punya kegIatan pribadi seperti mengurus keperluan anak karena sampai sekarang saya belum punya karyawan makanya kadang kalau ada yang pesa. sula lama selesainya. Satu lagi kendala sama modal dan pemasaran,” tuturnya.

Permintaan saat ini menurut Sri ia juga sering memberikan kotak pensil dan goody bag. Ia pun berharap kedepannya lebih maju dan bisa lebih banyak membantu anak-anak kurang mampu. (UKM03)


Tags

1 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved