Awalnya Buat Cemilan Anak, Apriani Akhirnya Buka Usaha Keripik Pisang
Diposkan: 01 Jun 2019 Dibaca: 1095 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Apriani Kartini (35) warga Jalan Setia Luhur gang Sekolah No 105 B Medan seorang guru di salah satu sekolah di Medan sukses buka usaha keripik pisang. Setahun usaha ini berjalan, kini menjelang Hari Raya Idul Fitri, keripik pisang miliknya ramai pemesan.
Apriani mengatakan usahanya dimulainya setahun lalu. Berawal saat ia membuat keripik pisang hanya buat cemilan anaknya. Lalu ia iseng membawa keripik pisang buatannya kepada teman-temannya mengajar. Tidak menyangka teman-temanya banyak suka dan langsung order kepadanya.
"Awalnya memang suka ngemil kebetulan anak-anak di rumah juga suka ngemil daripada beli di luar belum tentu terjamin akhirnya mencoba bikin sendiri dan iseng-iseng ditawarkan ke kawan-kawan," jelasnya.
Diawal diakuinya keripik pisang yang diproduksi di kediamannya ini hanya dipasarkan ke lingkungan tempat ia mengajar. Namun, mengikuti kecanggihan teknologi yang kini banyak media sosial dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya ia pun mencoba memposting di laman Facebooknya dengan sistem membuka pree order (PO)
"Saya kumpulkan dulu sampai banyak baru saya buat. Saya buka PO di Facebook," ungkapnya.
Awal orderan sebanyak 5 kg. Untuk membuat keripik pisang ini ia bekerjasama dengan suaminya dalam hal produksi. Untuk memperoleh keripik pisang yang gurih ia mengaku sebenarnya tidak ada belajar khusus melainkan melihat sejumlah tutorial pembuatan keripik pisang di Chanel YouTube.
"Saya memproduksinya dengan suami liat tutorial di YouTube dan tanya sama kawan yang sebelumnya sudah menjalankan usaha seperti ini," katanya.
Keistimewaan keripik pisangnya ini dibuat tanpa penyedap dan untuk rasa ia mengatakan hanya pembeli yang dapat menilai.
"Kalau rasa hanya pembeli yang bisa menilai, ini kita buat tanpa penyedap rasa," paparnya.
Menjalankan usaha ini diakuinya tidak lepas dari kendala, salah satunya terkait peralatan.
"Pernah bikin ketebalan, tadinya saya pakai pisau mengiris pisangnya ternyata ukurannya tidak sama terakhir saya beli alat pemotong khusus," ungkapnya.
Adapun Impiannya ingin usaha ini terus lancar agar menjadi tambahan bagi ekonomi keluarganya."Impian ya enggak muluk- muluk, tetapi berjalan lancar sekalian untuk tambahan," ungkapnya.
Sementara itu, keripik pisnaganya dibandrol untuk yang kepok Rp50 ribu/kg dan pisang nangka Rp40 ribu. (UKM06)