Asprindo Dukung Bulog Garda Terdepan Ketahanan Pangan
Diposkan: 01 Mar 2019 Dibaca: 801 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) Sumut mendukung Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Sumut, sebagai garda terdepan dalam menopang ketahanan pangan nasional. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pangan dengan keterjangkauan harga. Selain itu, Asprindo juga siap untuk bekerjasama dalam hal mengamankan kebutuhan pangan ini.
Demikian terungkap dalam audiensi Asprindo Sumut dengan Perum Bulog Sumut yang diterima langsung Kepala Perum Bulog Sumut, Basirun didampingi Kabid Komersil, Rusdi Rabu petang (27/2/2019). Audiensi tersebut dihadiri Ketua Asprindo Sumut, Rafriandi Nasution bersama Sekretaris Asprindo, M Nazmi Matondang serta pengurus lainnya, Kabir Bedi, Arrie Nasution serta Ketua Asprindo Medan, H.M.Said Tanjung dan Sekretaris Asprindo Medan, Mulyono Achmad.
Dalam kesempatan tersebut, Basirun menyebutkan peran Bulog saat ini memiliki tugas lebih komersil. Namun komoditas yang dijual, harganya jauh lebih murah dibandingkan di pasaran. Saat ini ada 11 komoditas yang disalurkan melalui Rumah Pangan Kita (RPK) serta jaringan-jaringan Bulog seperti beras, gula, minyak goreng,tepung terigu, daging beku.
Seperti beras sebutnya, Bulog mempunyai kewajiban untuk menjaga dan mengoptimalkan penyerapan produksi petani lokal yang diperoleh baik dari gabungan kelompok tani (gapoktan), petani langsung ataupun pemilik kilang.
“Kita mempunyai kewajiban untuk mengamankan produksi. Jangan sampai produk-produk mereka, biasanya produk mereka pada saat panen jatuh, kita menjadi penyangga,”ujarnya seraya menambahkan selama ini di Sumut, harga komoditas tersebut, tidak jatuh.
Sedangkan untuk menjaga kualitas produk yang dipasarkan secara komersil ini, pihaknya bekerjasama dengan kilang-kilang padi yang juga melalui tahapan seleksi. “Artinya, ada juga yang pernah menjalin kerjasama sekali, dua kali bagus. Begitu yang ketiga kali, dia salah masukkan berasnya. Kita monitor ini, untuk menjaga kualitasnya,”ujarnya, karenanya tidak semua kilang yang ada di Sumut bisa bermitra dengan Bulog.
“Kalau dulu Bulog, tugasnya penugasan, tapi sekarang tugasnya jual beli. Kita beli untuk stok kemudian dijual kembali,”sambungnya, namun komoditas yang dibeli ini tidak boleh lebih dari satu bulan masih ‘nongkrong’, agar kualitasnya tidak turun.
Basirun menyebutkan melalui audiensi ini, ada peluang yang bisa dikerjasamakan Bulog dan Asprindo dalam hal mengamankan kebutuhan pangan.
“Kita bisa kerjasama jaringan untuk memperkuat fungsi Bulog sebagai penyangga stabilitas, ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan jadi bisa kerjasama dengan produk-produk yang ada di Bulog. Agar bisa ada di semua titik jaringan Asprindo, dengan demikian ini akan turut andil mengamankan harga,”ujarnya.
Sejauh ini sambungnya, pihaknya sudah memiliki kerjasama dengan RPK, tapi sebesar apa pun itu jaringan tetap kurang, karena luasnya wilayah, pihaknya mengaku tidak bisa sendiri. Dengan jaringan Asprindo akan bisa menjangkau produk-produk Bulog.
“Kita sudah ada satu paham, bagaimana mewujudkan ketersedian, keterjangkauan, stabilisasi tentunya dapat terealisasi dengan konkrit agar bisa dirasakan oleh masyarakat,”pungkasnya.
Rafriandi sebelumnya menyebutkan, audiensi yang digelar ini merupakan tindaklanjut MoU Bulog dengan Ketua Umum DPP Asprindo, Jose Rizal yang tertuang dalam nota kesepakatan pengembangan jaringan rumah pangan kita (RPK) dalam rangka mendukung stabilisasi harga dan ketahanan pangan nasional.
“Sekarang bagaimana membangun kerjasama dengan Bulog Sumut, supaya kepentingan negara, Asprindo bisa berperan dalam hal stabilisasi, ketersediaan dan keterjangkauan. Kemudian kita ingin menjadikan Bulog sebagai rumah pangan depan, sekaligus merubah paradigma terhadap image Bulog,”pungkasnya. (REL)