Aplikasi OSS Permudah Investor Berinvestasi di Indonesia
Diposkan: 05 May 2019 Dibaca: 871 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, JAKARTA- Aplikasi Online Single Submission (OSS) mempermudah investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Sehingga mendorong semakin lajunya sektor pariwisata Tanah Air.
Hal ini diungkapkan Asisten Deputi Investasi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Hengki Manurung pada acara Sosialisasi Aplikasi OSS untuk Perizinan Usaha Sektor Pariwisata di Hotel Da Vienna, Batam, seperti dilansir dari laman kemenpar, Minggu (5/5/2019).
Disebutkannya, aplikasi OSS menjadi jawaban serta pembuktian bagi pelaku usaha agar tidak lagi mendapatkan kesulitan dalam mengurus izin usahanya.
“Setiap hari muncul 150 hingga 200 ribu para pelaku usaha. Salah satunya, Batam yang ditetapkan sebagai pintu gerbang guna meraup 2,5 juta wisatawan,”ujarnya.
Kasubid Pelayanan Operasional Perizinan Berusaha Direktorat Pelayanan Berusaha Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Kukuh Agung Pribadi menambahkan berdasarkan data per-Januari 2019 para pelaku usaha yang membuat Nomor Induk Berusaha (NIB) sudah terdaftar di data base OSS sebanyak 200 ribu. Dari jumlah ini, 10 ribu di antaranya adalah pelaku usaha di bidang pariwisata.
“Melalui sistem yang ada di perkotaan dan di daerah, para pelaku usaha mengurus izin usahanya ke BKPM nantinya surat izin bisa terbit dan memudahkan pelaku usaha. Selain itu izin operasional komersial juga harus diurus oleh para pelaku usahanya. Melalui izin ini membawa dampak positif bagi perekonomian pemerintah setempat,” katanya.
Ia menjelaskan, dalam mendukung kelancaran para pelaku usaha pariwisata maka penerbitan izin sepenuhnya dilakukan keseragaman sehingga mudah ditelaah. “Sistem pelayanan ini sangat mudah dan cepat,” tuturnya.
Kepala Seksi Pariwisata Perdagangan dan Telekomunikasi Direktorat Deregulasi Penanaman Modal BPKM Supriyadi mengatakan pihaknya semakin yakin bahwa pertumbuhan perekonomian di kalangan masyarakat terlihat maju pesat, salah satunya berkat pariwisata.
Apalagi sambungnya, dengan semakin banyaknya jumlah penduduk di Indonesia maka mau tidak mau harus dipikirkan upaya meningkatkan kesejahteraan. Hal inilah yang menjadikan pariwisata semakin penting untuk digalakkan.
Selain itu dia juga mendorong lebih banyak investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia terutama Kota Batam yang selama ini identik sebagai kota industri. (*)