Alween Ong : Sertifikasi Halal Itu Bermanfaat, Bukan Islamisasi

Alween Ong : Sertifikasi Halal Itu Bermanfaat, Bukan Islamisasi
Alween Ong

Diposkan: 03 Aug 2019 Dibaca: 118 kali


 

UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Untuk menciptakan halal tourism sangat diperlukan sertifikasi halal. Dan sertifikasi ini bukan hanya di bidang kuliner namun juga segala lini harus halal.

Hal tersebut dikatakan Alween Ong, salah satu pengusaha muda di Medan. Dia menilai fakta di lapangan, kebanyakan para pelaku usaha di Indonesia masih ketinggalan dengan negara lain. Dimana masyarakat di tanah air ini masih menganggap sertifikasi halal itu sebagai Islamisasi.

"Ketika disebut dengan hal berbau halal dianggap sebagai Islamisasi padahal konsep halal itu sendiri saat ini sangat tren dilakukan oleh beberapa negara-negara yang tingkatnya muslimnya itu tidak setinggi di Asia," kata perempuan yang juga owner Narsis Digital Printing Medan ini.

Negara yang menggunakan konsep halal ini dikatakannya seperti negara Korea, Jepang, Thailand yang bahkan sudah berani membranding negara mereka sebagai salah satu destinasi halal tourism world, begitu juga dengan negara Malaysia dan juga Singapura.

Sedangkan di Indonesia akunya, jika disebut dengan konsep  kata halal maka yang terpikir adalah akan terjadi Islamisasi padahal di negara luar hal itu sesuatu yang telah terjamin baik segi kesehatan dan juga prosesnya.

"Makanya jika saat ini pergi ke Korea kita  sudah mudah memperoleh makanan yang halal. Dan peminat makanan halal itu tinggi. Begitu juga Seperti disingapura sudah dipisahkan mana halal dan non halal," ungkapnya.

Bahkan selama ini dikatakanya halal itu fokus pada makanan saja padahal ditegaskannya ruang lingkupnya sangat luas dan banyak seperti sektor pertanian, dan halal tourism.

Lebih lanjut dikatakanya ekosistem pengembangan halal itu masih luas. Yang perlu dilihat adalah input awalnya kalau tanaman dilihat proses penanamannya seperti apa, untuk makanan harus dilihat juga proses pengolahan  dan bahanya terbuat dari apa, kemudian proses distribusi apakah sesuia kaidah.

Salah satu contoh lainnya seperti ayam, itu merupakan makanan halal tetapi jika dia disembelih dengan cara tidak sesuai syariat Islam jadi haram. "Saling terintegrasi antara produksi, distribusinya, pemasaran hingga sampai kepada konsumen semua harus melalui proses halal," tandasnya.

Sementara itu, wanita keturunan etnis Thiongoa ini mengatakan  pola-pola kehalalan sepeti itulah yang sedang digodok kemudian sedang diedukasikan kepada orang- orang.

"Bahwa sesuatu yang halal itu baik dan bermanfaat juga tentunya begi orang yang ingin menjaga kesehatannya maka harus memilih makanan yang halal. (UKM06)

 

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2019. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved