Akomodir Kebutuhan Media, OJK KR 5 Gelar Workshop Singkat

Akomodir Kebutuhan Media, OJK KR 5 Gelar Workshop Singkat
Kepala OJK KR 5 Sumbagut Lukdir Gultom (kanan) didampingi Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan dan Perijinan, Anton Purba (kiri) menyampaikan sambutan pada acara media gathering dan workshop singkat di Gedung OJK KR 5, Jalan Gatot Subroto Medan, Rabu (19/9).(istimewa)

Diposkan: 19 Sep 2018 Dibaca: 973 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 5 Sumbagut menggelar media gathering dan workshop singkat di Gedung OJK KR 5, Jalan Gatot Subroto Medan, Rabu (19/9/2018).

Menghadirkan sejumlah narasumber dari pihak perbankan dan perusahaan pembiayaan, workshop tersebut difokuskan pada materi cara bijak mengajukan permohonan kredit/pembiayaan modal kerja produktif sektor perbankan.

Kepala OJK KR 5 Sumbagut Lukdir Gultom menyampaikan apresiasi kepada seluruh media partner OJK di Sumatera Utara yang hadir mengikuti workshop singkat tersebut.

"Acara ini untuk mengakomodir kebutuhan rekan-rekan media, maka tema workshop kali ini kami fokuskan pada cara bijak mengajukan permohonan kredit/pembiayaan modal kerja produktif sektor perbankan," kata Lukdir Gultom didampingi Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan dan Perijinan, Anton Purba, Humas OJK KR 5 Sumbagut, Yovvi Sukandar dan Staf Humas Edy Gunawan .

Lukdir menyampaikan, melengkapi informasi media maka workshop dilengkapi dengan materi fiducia dan implementasinya pada perusahaan pembiayaan. Sebab diketahui sektor perbankan masih menjadi primadona bagi masyarakat Sumut dalam penyediaan modal usaha.

Sesuai Publikasi BPS Provinsi, urai Lukdir Gultom, ekonomi Sumut Semester I 2018 tumbuh 5,02%. Bila dibandingkan dengan posisi triwulan I 2018, ekonomi Sumut telah tumbuh 2,18%. Di Semester I 2018, 3 (tiga) pertumbuhan tertinggi berasal dari sektor lapangan usaha jasa pendidikan (8,94%), informasi komunikasi (8,29%), dan jasa perusahaan (8,01%).

Secara historis, lanjut dia, ekonomi Sumut cenderung didominasi oleh sektor pertanian/kehutanan/perikanan (21,09%), industri pengolahan (20,28%)  serta perdagangan besar/eceran/reparasi sepeda motor (18,36%). Bila diamati dari berbagai sektor, kontribusi sektor jasa keuangan masih perlu diperbesar lagi karena hingga Semester I 2018 baru menempati urutan ke-8 dari 16 jenis lapangan usaha yang berkontribusi.

Dari sisi keuangan, sebut dia, aset perbankan terus menunjukkan pertumbuhan positif dengan trend meningkat secara YoY. Aset perbankan di Sumut meningkat 7,17% (YoY) atau 4,15% (Ytd) sehingga secara keseluruhan share perbankan Sumut terhadap total aset perbankan nasional sebesar 3,04%. Tentunya, hasil ini merupakan sinergi positif komponen penyaluran dana Kredit/Pembiayaan sebesar Rp210.231 miliar (YoY tumbuh 9,26% atau 3,05% Ytd) dan kegiatan penghimpunan dana sebesar Rp224.741 miliar (YoY tumbuh 5,46% atau 3,11% Ytd).

Berdasarkan kondisi ini maka secara Ytd, pencapaian Sumut sebenarnya lebih tinggi dari capaian nasional (sementara) untuk kegiatan penghimpunan dana mengingat nasional hanya mampu tumbuh 1,77%. Begitupun penyaluran kredit/pembiayaan masih menjadi pekerjaan rumah yang
masih perlu ditingkatkan penetrasinya di tahun 2018.

"Meskipun secara YoY sudah melampaui target yang diharapkan atau 9 persen, tapi posisinya masih di bawah rata-rata nasional yang mampu melesat ke angka 11,59 persen (YoY) dan 5,27% (Ytd),"kata Lukdir Gultom.

Secara keseluruhan, kontribusi perkreditan perbankan di Sumut terhadap nasional per Juli 2018 baru sebesar 4,18%. Demikian pula halnya share realisasi penghimpunan dana yang baru sebesar 4,18%. Komponen kinerja intermediasi perbankan di Sumut juga masih relatif baik dengan LDR 93,87% (konvensional) dan 88,04% (syariah).

Lukdir Gultom melanjutkan,  pelaksanaan peran ini diikuti dengan tatakelola perkreditan yang semakin baik sebagaimana tercermin dari NPL rata-rata masing-sebesar 2,85%. Secara keseluruhan, sasaran kredit/pembiayaan terbesar masih ditujukan pada sektor Pertanian, Industri Pengolahan, dan Perdagangan Besar/Eceran.Peran IKNB dalam penyediaan modal kerja di Sumut juga tidak kalah pentingnya, khususnya oleh Perusahaan Pembiayaan melalui penyediaan aset kenderaan bermotor.

Hingga Juli 2018, total piutang pembiayaan yang berhasil disalurkan mencapai Rp16.406.934 juta atu tumbuh 8,70% (YoY) dengan tatakelola pembiayaan relatif baik sebagaimana tercermin dari NPF 2,62%.(UKM05)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved