Akhyar Nasution Ajak Pelaku UMKM Kembangkan Usaha Kuliner Tradisional Khas Daerah

Akhyar Nasution Ajak Pelaku UMKM Kembangkan Usaha Kuliner Tradisional Khas Daerah
Akhar Nasution mendatangi stan di Pucuk Coolinary Festival.

Diposkan: 01 Sep 2019 Dibaca: 878 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution mengatakan kuliner tradsional di Medan masih banyak belum dikembangkan yang sejatinya jadi peluang usaha bagi pelaku UKMKM.

Hal itu dikatakannya dalam sambutannya pada acara Pucuk Coolinary Festival di pelataran parkir Plaza Medan Fair, Sabtu (31/8/2019).

"Medan memiliki banyak budaya,  multikultural, semua hidup dan punya hak yang sama. Begitu juga dengan kuliner masing-masing. Suku bangsa yang ada di sini punya khas kulinernya. Melayu misalnya dengan kue dange, mungkin belum populer karena hanya ada di acara adat. Di Karo ada cimpa, Toba ada ombus-ombus, Gunung Tua ada holat, di Serdangbedagai ada tauco kepah yang rasanya luar biasa," ujarnya.

Makanan khas dan tradisional dari suku-suku di Medan, Sumatera Utara ini belum begitu dilirik menjadi makanan pilihan untuk oleh-oleh Kota Medan. Inilah kata Akhyar bisa menjadi peluang bagi UMKM.

Untuk itu dia mendukung digelarnya acara ini yang diikuti 80 tenan dari UMKM Medan. "Kami pemerintah Kota Medan sangat senang adanya Pucuk Coolinary Festival yang menambah khasanah festival-festival di Kota Medan. Kegiatan ini salah satu media yang mengangkat potensi kuliner kota Medan yang sangat luar biasa," jelasnya.

"Ini potensi bagi UMKM kita dan ini memang perlu kita kembangkan. Para profesional masyarakat kita mampu memproduksi tapi kurang mampu memasarkan jadi musti ada kolaborasi antar semua komponen dan stakeholder untuk membangun kuliner-kuliner kita yang khas ini. Ini yang perlu kita bangun. Jadi kolaborasi-kolaborasi inilah yang kami dukung dengan adanya festival ini sebagai sarana untuk kuliner kita tumbuh kembang. Sehingga menghidupi dan mensejahterakan semuanya," bebernya.

Bisnis kuliner di Medan, kata Akhyar sangat berpeluang menjadi usaha yang menjanjikan. Sebut saja, mi balap dan pisang goreng. Dia menyebutkan taksiran 5000 warga Medan hidup dari jualan mi balap. "Penghasilannya lebih besar dari wakil wali kota," tegasnya.

   
Sementara itu, National Sales & Promotion Head PT. Mayora Indah Tbk., Henry David Kalangie mengatakan pemilihan Medan sebagai lokasi Pucuk Coolinary Festival 2019 juga tak terlepas dari beragamnya kuliner di ibu kota Sumatera Utara ini. "Medan sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia merupakan daerah dengan suku beragam yang membuat kuliner di sini istimewa. Inilah salah satu alasan bagi kami menyebut Medan sebagai detinasia wisata kuliner favorit di Indonesia," jelasnya.

"Dengan digelarnya acara ini dapat memberikan pengalaman kuliner yang tak terlupakan sebagai menjadi wadah kolaborasi UKM kuliner di Kota Medan.

Junior Brand Manager Teh Pucuk Harum, Kitto Kristanto menambah Pucuk Coolinary Festival 2019 digelar selama dua hari mulai Sabtu, 31 Agustus dan Minggu 1 September 2019. "Bagi foodies yang ingin datang dan meramaikan festival kuliner ini tidak perlu khawatir untuk mengantri tiket masuk, karena free alias gratis," ungkapnya. (UKM02)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved