Adenovina Inovasikan Keripik Pisang Menjadi Camilan Kekinian, Peminatnya hingga Surabaya

 Adenovina Inovasikan Keripik Pisang Menjadi Camilan Kekinian, Peminatnya hingga Surabaya

Diposkan: 26 Jun 2019 Dibaca: 1138 kali


UKMKOTAMEDAN-Biasanya keripik pisang pada umumnya bercita rasa gurih dan manis, namun di tangan wanita muda ini keripik pisang disulap menjadi berbagai varian rasa.
Rasanya juga tidak biasa yaitu coklat dan keju dan ekstra pedas.

Dia adalah Adenovina (25) warga jalan Bajak II  Komplek Villa Mutiara 3 blok j5 Medan Inovasikan keripik pisang dengan brand keripik pisang varian Teteh Geulish.

"Usaha ini saya rintis sejak November 2015, saya menjalankan usaha ini saat masih kuliah," jelasnya pada Selasa (25/5/2019)

Dikatakanya ia memulai bisnis dikarenakan ia ingin mandiri secara finansial dan tidak mau membebani orang tua.

Sebelumnya ia merupakan reseler dari sebuah produk cemilan ternama asal Jakarta. Selama 1 tahun ia bertahan memasarkan produk orang lain. Dan ia berhasil hingga peminatnya cukup banyak. Namun, ownernya tutup sehingga ia kebingungan karena konsumennya terus melakukan pemesanan.

"Dulu sebelum akhirnya saya memutuskan untuk  produksi sendiri saya reseller, keripik sejenis maicih dan pisang coklat dari Jakarta, setahun saya jalanin jadi reseller, alhamdulillah peminatnya banyak banget waktu itu. Tapi akhirnya ownernya tutup, jadi konsumen saya kehilangan karena sudah suka sama rasanya. Lalu  saya kepikiran untuk bikin sendiri karena sudah punya pasar. Tapi  karena belum  tau caranya, saya belajar otodidak, lihat-lihat internet, trial error sampe ngerasa 'ini enak'," jelasnya detail.

Untuk pemasarannya ia katakan hanya dari teman ke teman dan sebelum dijual ia memberikan sample terlebih dahulu.

"saya keluar rumah, suruh temen cobain, setelah liat responnya bagus akhirnya bangun Instagramnya," paparnya.

Hasilnya cukup menggembirakan sebab wanita berkulit sauh matang ini berhasil memasarkan produknya secara online dengan persentase 80% laris di online

"Sisanya ikut bazar, atau jualan offline di tempat rame," katanya lagi.

Saat ini pemasaran produknya cukup berkembang, meski diakuinya sempat vakum 2 tahun karena ia memiliki pekerjaan lain.  Produk unik dan bercitarasa kekinian itu sudah sampai ke Aceh, Padang, Palembang, Batam, Pekanbaru, Bandung, Jakarta, Jogja, dan Surabaya.

"Saya konsisten jualan di dua tahun pertama, setelah  itu sering vakum karna kesibukan lain yang lebih prioritas dan ga ada tim lagi yang bisa bantu, hingga mutusin waktu puasa kemarin  comeback untuk  diseriusin lagi karena banyak permintaan konsumen," tegasnya.

Nah, yang paling Best seller itu pisang rasa coklat dam keju balado. Dalam sehari keripik pisang ini bisa laku 200 sampai 500 pcs dengan harga mulai Rp 10 ribu sampai Rp100 ribu.

Untuk ketahanan  produk ini bisa sampai 1 bulan tetapi untuk.menjaga agar tetap fresh ia tidak menjual produknya jika sudah lebih dari 2 minggu.

Ia berharap omset terus naik berkembang dimana saat ini ia sudah peroleh Rp 3- Rp 6 juta perbulan. Dan ia menargetkan punya toko offline yang komplit pada tahun 2020 ke depan.

Dan ia berharap Pemerintah support umkm dengan memberikan inkubator usaha (pinjaman modal, wokrshop bisnis, dan lainnya) dan memudahkan umkm untuk  kepengurusan legalitas.(UKM06)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved