Abon Sukun dan Tempe, Inovasi Mahasiswa Akpar Medan
Diposkan: 25 Jun 2018 Dibaca: 1615 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Dua mahasiswa Akademi Pariwisata (Akpar) Medan melakukan riset pembuatan abon tempe dan abon buah sukun. Ini merupakan inovasi dari produk-produk abon yang beredar di pasar.
Keduanya, Oscar Lopiga Purba dan Rachel Amelia Saragih, mahasiswa semester 6 atau semester terakhir, melakukan eksperimen tersebut sebagai tugas akhir dari kampusnya.
Dalam prakteknya mereka didampingi dan dipandu Dian Hayati, pengusaha Abon Hayati, di rumah produksi Abon Hayati, Medan Marelan, Senin (25/6/2018).
Disebutkan Oscar dan Rachel, penggunaan bahan baku tempe dan sukun ini, sebagai inovasi dari produk-produk abon sebelumnya yang sudah beredar di pasar, seperti abon daging atau abon ikan.
"Sebelumnya saya pernah coba buat sendiri, namun kali ini lebih fokus dengan bantuan resep dan cara pengolahan dari Bu Dian. Bahan baku tempe saya pilih karena lebih murah, kandungan gizinya tinggi, dan yang penting di pasar belum ada. Mungkin bisa jadi inspirasi usaha,"ujarnya. Oscar.
Sementara Rachel, memilih bahan baku buah sukun. Dia mengaku pernah mencobanya."Daging buahnya manis, apalagi ditambah bumbu makin enak. Kali ini saya mencoba membuat dengan resep yang beda," ujarnya.
Sementara Dian Hayati didampingi rekan usahanya Supriati, menyatakan senang dengan kehadiran dua mahasiswa Akpar Medan tersebut.Sebelumnya tahun lalu, sudah ada juga seorang mahasiswa Akpar Medan yang melakukan riset pembuatan abon, hanya bedanya dengan bahan baku sayur brokoli.
"Kali ini ada inspirasi baru, dengan bahan utama tempe dan sukun. Rasanya juga tak kalah enak dengan daging atau ikan," kata Dian, yang produk abonnya sudah beredar di pasar dengan bahan utama daging ayam, ikan lele dan jantung pisang.
Hanya saja, sambung Dian, yang perlu diperhatikan dalam produksi massal adalah ketersediaan bahan baku."Kalau tempe, pasti banyak tersedia di pasar. Cuma sukun, mungkin perlu dilihat dulu di mana sentra produksinya, yang bisa menyediakan secara konsisten," katanya.
Dian pun mendukung Oscar atau Rachel meneruskan produksi abon tempe atau sukun tersebut, untuk masuk ke pasar."Saya pribadi juga tertarik untuk membuat varian baru dengan salah satu bahan tersebut. Mungkin dengan inovasi rasa atau campuran bahan lain,"ujarnya. (UKM01)