7 Ribu Ton Daging Kerbau Asal India Siap Banjiri Pasar

7 Ribu Ton Daging Kerbau Asal India Siap Banjiri Pasar

Diposkan: 22 Apr 2019 Dibaca: 24 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, JAKARTA – Sebanyak 7.000 ton daging kerbau impor asal India siap untuk membanjiri pasar Indonesia. Jumlah tersebut merupakan realisasi dari kuota impor sebesar 100 ribu ton yang ditentukan pemerintah.

“Sekitar 7.000-an (ton) yang sudah masuk,” ujar Kepala Bagian Informasi dan Humas Badan Usaha Logistik (Bulog), Teguh  dilansir dari laman Republika.co.id, Senin (22/4/2019).

Jumlah daging kerbau impor India yang diterima Bulog tersebut ujarnya sudah siap didistribusikan kepada distributor dan rumah pangan kita (RPK). Pasokan daging kerbau beku ini merupakan langkah antisipasi pemerintah dalam merespons kenaikan permintaan daging yang cenderung meningkat pada Ramadhan dan Lebaran. Di mana umumnya, kenaikan permintaan dapat secara langsung mengerek kenaikan harga.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 96 Tahun 2018 tentang penetapan harga acuan pembelian di petani dan harga acuan penjualan konsumen disebutkan, harga eceran tertinggi (HET) daging kerbau beku dipatok sebesar Rp 80 ribu per kilogram (kg). Sedangkan HET daging sapi segar dipatok dalam harga rata-rata Rp 105 ribu-Rp120 ribu per kg.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) I Ketut Diarmita menjelaskan, pasokan daging kerbau maupun sapi menjelang Ramadhan aman terkendali. Dia menjabarkan, saat ini ketersediaan daging sapi maupun kerbau sebesar 90 ribu ton dan dipastikan dapat memenuhi kebutuhan konsumsi Ramadhan.

“Jumlah itu gabungan dari produksi lokal dan impor yang ada,” kata Ketut.

Dia mengakui, produksi daging ternak seperti sapi dan kerbau belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi secara nasional. Menurutnya, tingkat produksi hewan ternak seperti sapi dan kerbau lokal hanya mampu memenuhi kebutuhan konsumsi nasional sebesar 66 persen saja, sisanya Indonesia masih menggantungkan pasokan dari impor.

Adapun impor daging yang kerap dilakukan pemerintah kerap berasal dari dua negara penghasil daging sapi dan kerbau yang ada, seperti Australia dan India. Meski kualitas hewan ternak produksi dua negara tersebut berbeda, pihaknya mengaku terus mengupayakan standarisasi yang ketat dalam memberikan rekomendasi impor kepada pemerintah.(*)

Sumber :  Republika.co.id

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2019. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved