56 Importir Bawang Putih Diblacklist
Diposkan: 06 May 2019 Dibaca: 816 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, JAKARTA- Kementerian Pertanian, blacklist sebanyak 56 importir bawang putih nakal. Para importir ini dinilai tidak mentaati aturan wajib tanam dan berproduksi 5% serta selalu mempermainkan harga.
"Dengan demikian, harga bawang putih dan komoditas lainnya ke depan stabil. Petani dan pedagang sama-sama untung serta konsumen menikmati harga pangan yang murah," ujar Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman disela-sela operasi pasar pangan di Pasar Induk Kramat Jati Jakarta Timur, Minggu, (5/5/2019).
Mayoritas importir yang diblacklist tersebut berdomisili di Jakarta, Surabaya, Medan. Dimana para importir tersebut, 15 diantaranya tahun diblacklist tahun lalu, 41 lainnya di tahun 2019.
Selain bawang putih, dalam operasi pangan murah di Pasar Induk Kramat Jati ini, Kementan juga menyediakan komoditas pangan lainnya di antaranya beras, minyak goreng dan gula.
Untuk harga cabai, daging ayam dan telur ayam, Amran menyebutkan komoditas pangan ini justru mengalami deflasi di bulan Februari-Maret.
"Tahun ini kita jaga stabil. Kita harapkan harga menguntungkan di tingkat petani, peternak dan di tingkat konsumen harga tetap stabil. Caranya, disparitas harganya kita perkecil karena rantai pasoknya terlalu panjang," jelasnya.
Buktinya, pasokan cabai besar pada Mei 2019 sebesar 113 ribu ton, sedangkan kebutuhan hanya 76 ribu ton sehingga masih surplus 37 ribu ton. Untuk cabai rawit pasokan 99 ribu ton, kebutuhan 64 ribu ton, surplus 35 ribu ton.
"Sedangkan pasokan bawang merah132 ribu ton, sementara kebutuhan 112 ribu ton sehingga surplus 20 ribu ton," sebut Amran.
Usai operasi pasar murah di Pasar Induk Kramat Jati, Mentan Amran melanjutkan tinjau harga pangan di pasar tradisional yakni Pasar Jaya Kramat Jati. Amran menngatakan dari hasil pengecekan ini, terpantau harga pangan khususnya beras stabil. Amran menjamin harga beras ke depan terus stabil karena stok beras nasional saat ini sebesar 2 juta ton lebih.
"Kemudian saat ini pun sedang panen raya. Nah yang kita jaga, kami sudah diskusi dengan Bulog yaitu harga di tingkat petani, jangan sampai petani rugi," ujarnya.
Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi menambahkan ketersediaan bawang putih nasional saat ini berangsur normal karena sudah mulai masuk bawang putih impor. Selain dari pasokan 115 ribu ton yang sudah masuk, Kementan juga sudah menerbitkan rekomendasi 19 Rekomendasi Izin Produk Hortikultura (RIPH), setara 245 ribu ton bawang putih.
"Terdiri dari tahap pertama pada akhir Maret 2019 sebanyak 8 importir setara 120 ribu ton dan tahap dua sebanyak 11 importir setara 125 ribu ton," bebernya.
"Oleh karena itu, untuk menjamin ketersediaan bawang putih, kami tidak segan-segan memberikan tindakan tegas kepada importir yang tidak melaksanakan kewajiban tanamnya sesuai ketentuan. Importir yang mempermainkan harga pun pasti ditindak keras," tambahnya. (*/UKM01)
Sumber: pertanian.go.id