4 Anak Muda Rintis Usaha Angkringan di Kawasan Heritage Kesawan Medan
Diposkan: 22 Nov 2019 Dibaca: 2332 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Usaha angkringan identik dengan Pulau Jawa. Biasanya, bisnis kuliner ini menjajakan dengan gerobak dan di pinggir jalan. Namun, tidak usah jauh jauh ke luar Sumatera, di Medan kini ada satu angkringan dengan sajian menu sederhana nan nikmat.
Angkringan Jumpa Tengah namanya terletak di Jalan Kesawan tepatnya di trotoar gedung-gedung heritage yang menjulang tinggi. Konsep angkringan yang diusung oleh empat sekawan ini cukup diminati oleh masyarakat Medan. Ini terlihat disetiap malam Angkringan Jumpa Tengah kerap ramai pengunjung.
"Awalnya usaha ini berdiri pada awal September lalu, kita empat sekawan ingin buka usaha namun bingung," ungkap Joko Dwi Purnomo salah satu Owner Angkringan Jumpa Tengah kepada ukmkotamedan.com.
Saat itu, mereka menginginkan usaha yang baru bukan kekikinian, bukan mengikuti perkembangan zaman, juga bukan mengikuti kaum millenial. Tetapi empat sekawan, Joko, Arif, Rizal dan Dedy, ingin usaha yang akan dirintis itu sesuatu yang sederhana.
Akhirnya Usaha berkonsep angkringan dengan menu minimalis (sederhana) menjadi pilihan mereka. Dan terkait lokasi Joko mengakui sengaja memilih Jalan Kesawan karena dinilainya Kawasan itu memiliki daya tarik tersendiri. Gedung-gedung heritage nan megah yang diharapkannya bisa hidup dengan hadirnya kuliner-kukiner baru seperti di zaman sebelumnya berdiri Kesawan square dengan sajian menu makanan dan minuman yang mampu mendatangkan pengunjung.
"Lokasi ini sangat bagus, jadi saya berharap lokasi ini bisa ramai lagi seperti saat ada Kesawan Square," katanya.
Ide membuka usaha angkringan juga dikatakan Joko dikarenakan ia yang kelahiran asli Ponorogo tepatnya di Jawa Timur. Jarang pulang membuatnya rindu suasana sederhana dikampung halamannya itu.
"Kampung halaman saya kebetulan di Jawa Timur, dan sudah tiga tahun belum pulang ke kampung halaman sehingga tercetus ide ini dengan tiga teman saya lainnya," ungkapnya.
Pria anak ke 2 dari 2 bersaudara ini mengakui meskipun mengusung makanan Jawa namun mereka tidak menghilangkan kultur kuliner kota Medan yang bercitarasa pedas.
"Kita berempat mengusung makanan Jawa namun tidak menghilangkan kultur kuliner kota Medan. Makanan tetap makanan Jawa namun disesuaikan dengan citarasa Medan yang dominan pedas," kata Joko lagi.
Untuk menu, layaknya angkringan, mereka sajikan menu-menu sederhana dengan porsi minimalis juga harga yang murah pastinya. Menunya, ada nasi kuning telur, nasi kuning ayam, gorengan bakwan jagung, tempe bacem, tempe mendoan, sate usus, ampela dan telur puyuh. Dan dalam waktu dekat dikatakannya bakal ada menu tambahan terutama menu minuman, minuman hangat seperti wedang.
"Untuk harga paling mahal hanya Rp15 ribu, bakwan jagung Rp2 ribu, tempe mendoan dan bacem Rp1000 dan sate-satean Rp5 ribu sedangkan minuman all item Rp5 ribu, jadi cukup murah buat semua kalangan," paparnya.
Angkringan ini buka pukul 20.30-24.00 WIB. Jangan ditanya asiknya menikmati kuliner di sini. Ada sesuatu nuansa yang tidak bisa ditemukan di tempat lain. Konsep lesehan dengan tikar pandan dan meja kecil menjadikan suasana lebih santai.
Sehingga jangan heran pula, animo masyarakat dikatakanya cukup antusias dengan angkringan itu. Awalnya dikunjungi oleh keluarga, teman-temanya. Dan sekarang pengunjungnya dari semua kalangan. Mahasiswa, karyawan, dan lainnya.
Impiannya kesawan tempat yang bagus di tengah kota dan bangunnya juga bagus itu dapat ramai kembali. Dan berharap pemerintah mendukung anak muda menjalankan usahanya. (UKM06)