32 Santri HCI Hafal Alquran Diwisuda
Diposkan: 10 Jun 2018 Dibaca: 1416 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN
Sebanyak 32 santri Huffazh Center Indonesia (HCI), yang telah menyelesaikan pendidikan dan mampu menghafal Alquran, 30 Juz dalam waktu 6 bulan serta mengikuti ujian jenjang kelulusan, Jumat petang (8/6/2018) diwisuda di Tiara Convention Center.
Direktur Huffazh Center Indonesia (HCI) Prof Syahrin Harahap mengatakan seluruh santri yang menghafal Alquran 30 juz, berhasil menghafal sesuai target. Bahkan ada beberapa diantaranya, kurang dari enam bulan sudah bisa menghafal Alquran 30 juz.
“Wisuda yang digelar ini, bukan prestasi akhir dari kemampuan menghafal Alquran. Sebab predikat ini perlu dipertahankan, terutama setelah kembali ke daerah masing-masing dan melanjutkan pendidikannya,”ujarnya.
“Jadilah hafiz dan hafizah yang bisa dibanggakan orang tua dan keluarga serta mereka patut didengarkan nasehatnya. Cukuplah Alquran menjadi penasehatmu, hiasai hidup dan masa depan dengan ayat Alquran yang sudah dihafal. Jadilah contoh dalam kehidupan ini, terlebih telah mengetahui isi dan kandungan Alquran,"ujar Prof Syahrin dihadapan dalam sambutannya para santri, orangtua santri, tamu dan undangan lainnya.
Disisi lain, Prof Syahrin menyebutkan untuk peserta didik pada angkatan ketiga, akan dilakukan seleksi. "Diangkatan ketiga tahun 2018 ini, sudah ada calon peserta asal luar negeri yang ingin belajar di HCI. Mudah-mudahan prosesnya bisa dilakukan, agar membumikan hafalan Alquran oleh HCI dapat terwujud,"katanya.
Pembina HCI, H Ivan Iskandar Batubara menyebutkan, kehadiran HCI di Jalan Sei Petani Medan, menjadi solusi bagi generasi muda untuk menghafal Alquran dengan cepat. Dimana para santrinya hanya belajar dan menghafal Alquran. Karena mereka mendapat beasiswa secara penuh.
"Kita berharap setelah lulus dari HCI, mereka menjadi generasi Islam yang Qurani. Bila menjadi pemimpin bangsa ini, mereka sudah mempersiapkan dirinya menjadi sosok yang faham dan mengerti hukum-hukum yang ditetapkan Allah SWT dalam Alquran. Kita sangat merindukan pemimpin yang dekat kepada Allah SWT dan memberi kontribusi dalam membangun negara,”ujarnya.
Oleh karenanya, dengan adanya calon pemimpin yang hafal Alquran dan mengerti aturan dan hukum ditetapkan Allah didalamnya akan memberi dampak lebih baik dalam kepemimpinannya.
Sebelumnya, Ketua panitia wisuda, Muhammad Hasbi Maulana, menyebutkan para wisudawan/wisudawati yang ikut pendidikan selama 6 bulan sebanyak 32 orang ini berasal dari berbagai daerah selain Sumut, termasuk Aceh dan Bekasi. Mereka ini, terdiri dari 16 orang putra dan 16 orang putri dan menjadi kelulusan angkatan ke 2 kampus HCI di Jalan Sei Petani Medan.
"Mereka mengikuti proses seleksi yang ketat untuk bisa ikut jadi santri,”ujarnya dan selama mengikuti pendidikan, peserta mendapatkan bimbingan secara khusus dan murni mengikuti pembelajaran hafalan Alquran.
"Ada juga kegiatan ekskul bagi santri antaranya belajar menjadi bilal mayit dan memperdalam pengetahuan tentang Alquran,"katanya. Hadir dalam kesempatan tersebut, Pembina HCI, H. Maslin Batubara, H.Ivan Iskandar Batubara dan Hj Revita Lubis. Wakil Direktur HCI, Asren Nasution, Pengelola HCI, Ikmal Mulia Harahap, pengasuh HCI, Rizky Saputra Hasibuan, pengurus Forum Komunikasi Muslimah Indonesia(FKMI) dan undangan lainnya. (UKM01/ril)