22 % Wirausaha Sosial Indonesia Rambah Sektor Kreatif

22 % Wirausaha Sosial Indonesia Rambah Sektor Kreatif

Diposkan: 17 Dec 2018 Dibaca: 788 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, JAKARTA- British Council bersama United Nations Economic and Social Commision for Asia and the Pacific (ESCAP) merilis hasil penelitian mengenai kewirausahaan sosial berjudul 'Membangun Ekonomi yang Kreatif dan Inklusif: Profil Usaha Sosial di Indonesia'.

Penelitian itu memaparkan perkembangan signifikan, relevansi, serta dampak dari situasi kewirausahaan sosial di Indonesia dalam lima tahun terakhir. Hasilnya, kewirausahaan sosial di Indonesia beroperasi di berbagai sektor. Sebanyak 22% di antaranya bergerak di sektor kreatif.

Sektor kreatif dianggap telah memberikan kesempatan kepemimpinan untuk pemuda dan wanita lebih banyak dibandingkan area perekonomian lainnya. Pasalnya sebanyak 67% kewirausahaan sosial sektor itu dipimpin pemuda Indonesia berumur 18 sampai 34 tahun, lalu 40 persen di antaranya dipimpin oleh wanita.

Lebih lanjut, penelitian menunjukkan jumlah perempuan yang bekerja di sektor kewirausahaan lebih banyak atau sekitar 69% bila dibandingkan dengan sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang 57%. Kewirausahaan sosial juga menciptakan berbagai kesempatan kerja baru.

Untuk karyawan penuh, waktu telah meningkat sebanyak 42% pada 2016 sampai 2017. Dengan peningkatan sebanyak 99% untuk karyawan wanita penuh waktu.

United Nations Under Secretary General and Executive Secretary of ESCAP Armida Salsiah Alisjahbana mengatakan, kewirausahaan sosial merupakan kesempatan baik untuk Indonesia. Kini, terdapat 34 ribu kewirausahaan sosial di Indonesia.

"Laporan ini memberikan bukti kuat sebagai informasi dasar bagi kebijakan serta strategi di masa mendatang," ujarnya di Jakarta, Senin, (17/12). Ia menambahkan, di Asia Pasifik, kewirausahaan atau UMKM sangat penting.

UMKM, kata dia, tidak hanya sebagai sumber kesempatan kerja serta sumber pertumbuhan ekonomi, melainkan sumber inovasi. "Jadi UMKM tidak hanya penyumbang 60% kesempatan serta 40% ke GDP, tapi juga menurut saya penting menghadirkan inovasi," kata Armida.

Dirinya menambahkan, untuk menghasilkan inovasi ini, UMKM harus diberikan insentif secara tepat agar nantinya bisa menjadi kewirausahaan sosial. "Dengan begitu, peran pemerintah tentu penting sekali. Intinya bagaimana menjadikan UMKM tidak sekadar mencari untung dan bisnis tapi bagaimana tujuan sosialnya dari bisnis modelnya," jelasnya.(*)

Sumber :  Republika.co.id


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved