2020, Indonesia Ditargetkan Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia
Diposkan: 10 Jun 2018 Dibaca: 1249 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, JAKARTA-Indonesia ditargetkan akan menjadi menjadi kiblat fesyen muslim dunia pada tahun 2020. Untuk mewujudkan hal ini, perlu akselerasi peningkatan daya saing industri fesyen di dalam negeri mulai dari sektor hulu sampai hilir.
“Kemenperin memiliki strategi untuk memajukan industri fesyen muslim nasional, yakni dengan cara memasukkan unsur kearifan lokal dengan kekayaan budaya yang kita miliki, serta memacu kreativitas para pengrajin dalam menuangkan corak pada produk fesyen muslim nasional,”ujar Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih, dilasir dari laman kemenperin, Minggu (10/6/2018).
Untuk itu, Kemenperin memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Ramadhan Runway 2018 yang dilaksanakan rutin setiap tahun Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) guna mempromosikan industri fesyen nasional, termasuk produk busana muslim yang mampu berkontribusi signifikan terhadap perekonomian.
“Salah satu ajang pameran fesyen busana muslim terbesar di Indonesia ini melibatkan lebih dari 70 brand pilihan dari seluruh Indonesia yang akan menjadi referensi para pecinta fesyen tentang tren mode busana muslim ke depannya,” ungkap Gati.
Menurut Gati, warisan budaya merupakan sumber inspirasi untuk menghasilkan produk–produk inovatif baru yang bernilai tambah dan berdaya saing tinggi, termasuk di sektor industri fesyen yang harapannya dapat menjadi salah satu referensi tren mode di dunia.
Gati juga mengatakan,
“Kami pun akan terus mendorong terciptanya ekosistem bisnis di industri fesyen muslim nasional. Selain itu, memfasilitasi desainer kita ikut serta di berbagai pameran dan fashion show baik di dalam maupun luar negeri, sehingga visi Indonesia menjadi kiblat fesyen muslim dunia dapat terwujud,”tuturnya.
Selama ini sebutnya, pemerintah gencar mendorong industri fesyen di dalam negeri untuk terus meningkatkan market share Indonesia di pasar internasional. Oleh karena itu, agar mampu bersaing di kancah global, pemerintah terus berupaya memacu pertumbuhan industri fesyen dengan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia melalui program pendidikan vokasi industri fesyen yang tersertifikasi.
Selain itu, memfasilitasi kemudahan KUR, restrukturisasi mesin dan peralatan, fasilitasi promosi, pendampingan tenaga ahli desain, serta penguatan branding produk fesyen untuk meningkatkan kecintaan konsumen pada produk dalam negeri. (***)