2019, Kemenperin Targetkan Pertumbuhan IKM 5,5 Persen
Diposkan: 11 Feb 2019 Dibaca: 1106 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan pertumbuhan industri kecil dan menengah (IKM) mencapai 5,5 persen sampai akhir 2019. Target ini lebih rendah dibanding pencapaian pada 2018 yang menurut Badan Pusat Statistik (BPS) adalah 5,6 persen dibanding dengan 2017.
Direktur Jenderal IKM dan Aneka Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan, target tersebut dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi internasional yang diperkirakan masih mengalami kondisi tidak stabil.
"Mau tidak mau, ekonomi dunia pasti berpengaruh terhadap ekonomi kita, termasuk IKM," ujarnya dikutip dari Republika, Senin (11/2/2019).
Tapi, Gati menjelaskan, target tersebut lebih tinggi dibanding dengan target pertumbuhan industri non migas, yakni 5,4 persen. Ia melihat adanya peluang dari peningkatan produktivitas dari tiap sektor IKM yang diunggulkan, seperti tekstil dan produk tekstil.
Kondisi ekonomi dunia, Gati menambahkan, memberikan pengaruh terhadap permintaan produk dari Indonesia. Apabila situasinya membaik, maka permintaan terhadap produk lokal juga semakin banyak untuk ke luar. Sebab, tidak sedikit produk yang diminta berasal dari industri besar, melainkan juga disupply dari IKM.
Saat ini, Gati mencatat, hanya sekitar 300 IKM yang sudah memiliki kapasitas untuk mengirimkan produknya ke luar negeri. Angka tersebut hanya sekitar satu persen dari total 27 ribu IKM dengan didominasi oleh skala menengah.
"Tahun ini, kami targetkan 3.000 IKM dapat ekspor ke berbagai negara," katanya.
Dari beberapa sektor yang ada, Gati menunjuk setidaknya ada lima sektor andalan untuk meningkatkan pertumbuhan IKM. Di antaranya untuk mendorong ekspor. Empat sektor itu adalah makanan dan minuman, elektronika, komponen otomotif, tekstil dan produk tekstil serta kerajinan.
Menurut Gati, lima sektor tersebut hampir selaras dengan industri besar yang difokuskan Kemenperin untuk mencapai pertumbuhan industri dalam roadmap Revolusi Industri 4.0. "Pengembangan kami harus inline dengan menambah satu sektor, kerajinan," ucapnya.
Amerika dan Eropa masih menjadi pasar tradisional yang menjadi sasaran ekspor produk IKM. Khususnya untuk sektor kerajinan dengan segmentasi pasar yang spesifik. Selain dua pasar 'lama' itu, Gati berencana memperluas negara tujuan, termasuk di kawasan Asia Selatan dan Asia Tengah hingga Afrika. (*)
Sumber : Republika.co.id