2018, Serapan Dana Desa Optimis Capai 99 Persen
Diposkan: 20 Nov 2018 Dibaca: 916 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, TANGERANG - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo optimistis penyerapan dana desa tahun 2018 lebih dari 99 persen.
"Dengan adanya pendampingan dan pengawasan yang semakin membaik tiap tahunnya, saya optimis, penyerapan dana desa tahun ini akan lebih dari 99 persen," katanya pada seminar nasional Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat (Sembadha) Tahun 2018 di Kampus Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (PKN STAN) dilansir dari laman Kemendes, Selasa (20/11).
Eko menjelaskan awal dikucurkan dana desa ini pada 2015 sebesar Rp 20,67 triliun dengan penyerapannya hanya 82,72 persen. Kemudian 2016 menjadi sebesar Rp 46,98 triliun dengan penyerapan sebesar 97,65 persen. Selanjutnya 2017 menjadi Rp 60 triliun dengan serapan turut meningkat menjadi sebesar 98,54 persen.
"Penanganan dana desa tidak semudah yang kita bayangkan. Kita semua tahu bahwa ada lebih dari 50 persen kepala desa yang tamatan SD dan SMP serta masih ada kepala desa memiliki kesalahan dalam perencanaan yang dalam pelaksanaannya ternyata membengkak anggarannya. realisasi dan perencanaan tidak sama sehingga terjadi penghambatan dalam proses pengucuran dana desa berikutnya. Kita bantu dengan melibatkan sejumlah stakeholder sehingga dalam pengelolaan dana desa berjalan dengan baik dan angka penyerapannya juga turut membaik setiap tahunnya," paparnya.
Lebih lanjut, Menteri menyampaikan tidak hanya dalam pengelolaan dan penyerapan yang setiap tahunnya terus membaik, juga telah dihasilkan pembangunan di desa. Seperti terbangunnya jalan desa sepanjang 158.629 kilometer, jembatan sepanjang 1.028.225 meter, irigasi sebanyak 39.351 unit, sarana olahraga sebanyak 11.399 unit, Polindes sebanyak 8.028 unit, sarana air bersih sebanyak 942.927 unit, Drainase sepanjang 24.005.604 meter, PAUD sebanyak 48.694 unit dan sejumlah pembangunan lainnya.
Eko menambahkan, keberhasilan lainnya turut berperan dalam mengurangi angka kemiskinan sejak Maret tahun 2015 dari 11,22 persen menjadi 9,82 persen pada maret 2018. Selain itu dana desa turut berperan dalam mengurangi angka stunting atau kekurangan gizi dari 37 persen menjadi 30 persen.
"Impact dari dana desa dengan program-program lainnya dari pemerintah lainnya selama 4 tahun terakhir ini, Indonesia berhasil mengurangi kemiskinan dengan angka yang cukup baik. Yang membanggakan penurunan angka kemiskinan terbesar itu ada di desa dibandingkan di kota," katanya.(*/UKM01)