2018, Inalum Tambah Biaya Produksi $30 Juta
Diposkan: 11 Nov 2018 Dibaca: 1340 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Tahun 2018 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi PT Inalum. Karena harus menambah biaya produksi sekira $ 30 juta. Sebagai imbas dari kenaikan harga bahan baku yang diimpor, sehingga mempengaruhi harga produksi.
Hal ini diungkapkan Plt Direktur Pelaksana PT Inalum (Persero), Oggy Achmad Kosasih mewakili Direktur Utama PT Inalum (Persero), Budi Gunadi Sadikin dalam Temu Ramah bersama Pelanggan Aluminium di Hotel Adimulia, Jumat (9/11/2018) malam.
"Tahun 2018 sungguh merupakan tahun yang sangat menantang bagi Inalum. Pertama kondisi pasar yaitu meningkatnya harga bahan baku utama CPC, CTP, Aluminium Floride dan yang tertinggi Alumina,”ujarnya.
Alumina sebutnya, bergerak dari harga rata-rata $288 perton menjadi $ 614 perton, bahkan pernah mencapai $800 perton. Sementara untuk memproduksi 1 ton aluminium dibutuhkan 2 ton alumina.
Kondisi ini membuat Inalum harus menambah biaya sekitar $ 30 juta. Karena harga pokok produksi (HPP) mengalami peningkatan sekitar 6 hingga 7%. “Kalau dilihat harga LME cenderung flat diangka $2000/ton, Alumina mencapai 30% LME sesuatu yang belum pernah terjadi selama 10 tahun belakangan ini," ungkapnya.
Sebenarnya Inalum punya potensi untuk mengolah alumina sendiri dari bauksit. "Kita punya bauksit yang bisa diolah dari alumina dan itu jadi bahan baku kita. Itu yang akan kita lakukan tahun 2019 sampai 2020 nanti. Sehingga nanti kita punya bahan baku sendiri. Juga karbon karena itu sampai 1000 ton,”ujarnya.
Untuk mengamankan pasokan alumina, Inalum bekerjasama dengan antam dan mitra strategis akan mendirikan SGA refinery dan dengan Pertamina membangun pabrik CPC, ini diperlukan agar produk Inalum tetap dapat bersaing,"pungkasnya. (UKM06)