Pewakaf Didominasi Ekonomi Menengah Kebawah

Pewakaf Didominasi Ekonomi Menengah Kebawah

Diposkan: 05 Dec 2017 Dibaca: 227 kali


UKMKOTAMEDAN.COM-MEDAN

Kesadaran masyarakat menengah kebawah ternyata lebih baik dalam berwakaf. Hal ini terungkap dalam  Waqaf  Business Forum (WBF) yang digelar, Sabtu (2/12) di Hotel Polonia Medan. Bagaimana tidak, dari sekira Rp 180 miliar dana wakaf yang terkumpul, 80% diantaranya kontribusi kalangan ekonomi menengah kebawah.

“Persoalan wakaf di Indonesia ini cukup unik.  Karena, kesadaran masyarakat dalam berwakaf justru dari kalangan menengah ke bawah. Sedangkan yang kalangan ekonomi menengah ke atas, belum banyak,”ujar Direktur Bisnis Global Wakaf Corporation sekaligus Komisioner Badan Wakaf Indonesia (BWI), J.E Robbyantono.

Ini pula yang memotivasinya digelarnya roadshow ke sejumlah daerah di Indonesia untuk memberikan edukasi dan sosialisasi bagi masayarakat. Sebab potensi wakaf ini cukup besar, diperkirakan mencapai Rp 60 triliun, dengan asumsi 50 juta jiwa masyarakat Indonesia.

“Cara menghitungnya sederhana, dengan 50 juta muslim  jika berwakaf Rp 100 ribu perbulan,  dalam satu tahun setiap orang sudah berwakaf Rp 1,2 juta.  Nilai ini kecil sekali.  Dengan nilai tersebut, dalam satu tahun maka potensinya, bisa mencapai Rp 60 triliun. Sementara pengumpulan uang konsolidasi, seluruh Indonesia saat ini masih sekitar Rp 180 miliar dalam setahun. Ini masih jauh,”ujarnya.

Rendahnya nilai yang terkumpul dalam satu tahun, ujar tidak terlepas dari persoalan edukasi. “Ini masalah edukasi, terbukti tadi, ada yang mewakafkan Rp 50 juta. ditempat lain, ada yang mewakafkan sampai 100 juta. Kenapa kita langsung, karena kita ingin menjaga spirt. Apalagi kita menawarkan, itu bukan untuk kita,”ujarnya, seraya menambahkan pihaknya sudah roadshow kebeberapa daerah seperti Jakarta, Medan, Semarang, Makassar, Surabaya.

Melalui Wakaf Bisnis Forum, Global Wakaf Corporation bersama Global Wakaf Foundation mengajak segenap muslim untuk bersama-sama bersinergi wujudkan kesejahteraan umat melalui wakaf. Iqbal Setyarso, Vice President of Communication Department dalam paparannya mengungkapkan, kebaikan atau aksi filantropis yang dilakukan secara masif mampu melipatgandakan maslahat yang luas bagi umat.

“Wakaf itu puncak filantropi Islam, maka kita mesti mengamalkannya dengan puncak kesungguhan dan kesanggupan untuk mewujudkan puncak kejayaan umat. Salah satunya melalui wakaf saham,” ujar Iqbal, dalam kesempatan serupa.

Ia juga menjelaskan bagaimana model wakaf produktif nyata menjadi energi yang membangun umat. Hal ini sebagaimana yang telah GWF lakukan di berbagai pelosok negeri. Salah satunya pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Selain pemaparan mengenai dampak besar wakaf, WBF juga mengajak peserta untuk mengenal lebih jauh terkait wakaf saham. Imam T. Saptono selaku Presiden GWC mengatakan, ketika wakif (pewakaf) mewakafkan sahamnya, maka saham tersebut dimiliki seutuhnya oleh Allah.

“Calon wakif yang ingin mewakafkan saham perusahaannya untuk Allah bisa 10% atau lebih, akan kami (GWC) kelola agar semakin optimal. Hasil pengelolaan saham tersebut kemudian ditujukan untuk maukuf’alaih dalam ragam program kemanusiaan melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT), seperti pendidikan, kesehatan, peternakan, pertanian dan sarana-prasarana lainnya,” imbuh Imam T. Saptono.

Sejauh ini, untuk gerakan kepedulian sudah memiliki lembaga keuangan syariah. Bahkan memiliki aset, lebih dari Rp 500 miliar. Nilai tersebut, nantinya akan diprioritaskan bagi UMKM yang sudah terdaftar di global wakaf dan mewakafkan sahamnya. “Dengan begitu maka UMKM akan meningkat, dan scaleup. Perusahaannnya akan semakin tumbuh,”ujarnya.(ukm01)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2020. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved