Wirsos Solusi Permasalahan Sosial

Wirsos Solusi Permasalahan Sosial

Diposkan: 17 Nov 2017 Dibaca: 414 kali


UKMKOTAMEDAN.COM-MEDAN

Persoalan sosial banyak dipicu karena Ketimpangan ekonomi yang sangat besar. Kesenjangan ini, terjadi hampir di seluruh wilayah di dunia. Dimana jumlah angka kemiskinan sangat kontras. Masalah seperti bisa menjadi ancaman bagi pelaku usaha, jika bisa diabaikan begitu saja tanpa  solusi.

Hal ini terungkap dalam pelatihan Kewirausahaan Sosial (Wirsos) yang diselenggarakan Kementrian Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Republik Indonesia, Selasa (14/11/2017) dengan pemateri Koordinator Entrepreneur Sosial Universitas Indonesia, M Isa dan  Manager Riset dan Laboratorium Microfinance UKM Center FEB Universitas Indonesia, Permata Wulandari.
 
Dipaparkan Isa, biasanya sebuah usaha dibangun hanya untuk mengejar profit semata. Usaha dengan konsep konvensional seperti ini, belum bisa dikatakan sebagai kewirausahan sosial. Meskipun bisnis yang dirintis ini, sudah membuka lapangan kerja untuk masyarakat disekitarnya. “Kewirausahaan konvensional tidak sama dengan kewirauasahaan sosial. Memang, secara operasional usaha konvensional tidak ada bedanya dengan kewirausahaan sosial.  Hanya saja yang membedakannya adalah strating dan tujuannya beda,”ujarnya.

Kemudian sambungnya, menjadi seorang pengusaha yang baik itu, adalah mereka yang memperhatikan lingkungannya. Karena ketika menjadi pengusaha berlandaskan value saja tidaklah cukup. Sebab ada permasalahan sosial yang belum bisa diselesaikan melalui kewirausahaan konvensional, karena kecenderungannya yang memaksimalkan profit dan menyerap tenaga kerja yang proposional.

Sementara kewirausahaan sosial tidak hanya pada persoalan profit namun juga ada ada persoalan sosial yang ingin dientaskan yang ada di satu daerah. Semisalnya, dengan memberdayakan tenaga kerja yang difabel, yang tidak memungkinkan mendapat kesempatan untuk diberdayakan di perusahaan konvensional.

Isa juga menyebutkan, kegiatan sosial dari perusahaan konvensional seperti kegiatan bakti sosial yang rutin dilakukan misalnya, bukan bisa menjadi tolak ukur menjadikan usaha tersebut mendapatkan predikat kewirausahaan sosial. “Kewirausahaan sosial, tidak hanya ngasi kail tapi juga ngasi perahunya, dengan keyakinan setiap orang punya potensi,”ujarnya.

Jika sambungnya, bisnis konvensional mempekerjakan sumber daya manusia yang kapabel, kewirausahaan sosial, mempekerjakan orang yang tidak punya kesempatan. Karena dengan produktifitasnya, akan membuat usahanya akan bertahan jangka panjang.

Disisi lain, Permata Wulandari menyebutkan, dialog ini membawa topik bagaimana menyusun rencana bisnis yang efektif untuk kewirausahaan sosial. Sebuah kegiatan usaha konvensional tetap mendapatkan peluang untuk menaikkan kelasnya kearah kekewirausahaan sosial,  tanpa harus menggantikan usaha tersebut dengan bisnis yang baru.  Namun untuk mewujudkannya, satu hal yang penting diperhatikan dengan menjadikan bisnis konvensional tersebut menjadi kuat. Sehingga bisa melebarkan sayapnya ke kewirausahaan sosial. (ukm01)

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2021. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved