Pengusaha Diajak Berwakaf Produktif

Pengusaha Diajak Berwakaf  Produktif

Diposkan: 09 Nov 2017 Dibaca: 250 kali


UKMKOTAMEDAN.COM-MEDAN

Untuk membangkitkan kembali kejayaan umat, pengusaha di kota Medan diajak untuk menyalurkan aset terbaiknya melalui wakaf produktif. Imbauan ini, digaungkan melalui even Wakaf  Forum Bisnis (WFB) bertema“bring your assets to jannah”, Selasa (7/11/2017).

Forum ini menghadirkan sejumlah pemateri seperti Presiden Direktur Global Wakaf Corporation, DR Imam Teguh Saptono, Business Direktor Global Wakaf Corporation Commisioner of  Badan Wakaf Indonesia, JE Robbyantono. 

Disela-sela forum bisnis, DR Imam menyebutkan, sebagian besar umat sebenarnya sudah memahami wakaf. Hanya saja, masih terbatas pada aset-aset yang tidak memiliki multi player efek seperti masjid, kuburan. Sangat berbeda ketika mewakafkan aset produktif.

Karena aset tersebut, memiliki multi player ekonomi besar bagi umat.  Dengan wakaf  produktif, sambungnya akan menghasilkan terus setiap tahun. “Kalau yang pertama, kuburuan dan masjid, multi playernya tidak dapat. Bukan berarti kuburan atau pesanter,  tidak butuh. Tapi dengan wakaf produktif ini, akan semakin banyak mesjid, pesanteren yang akan tersantuni. Inilah konsep dari wakaf produktif,”ujarnya.

Peluang dari wakaf ini sangat besar, karena saat kejayaan Islam, masyarakat tidak perlu membayar pajak. “Semuanya ditutupi dengan aset produktif. Jadi kita ingin membangkitkan semangat kejayaan ekonomi umat. Wakaf ini adalah pilar ekonomi umat yang hilang,”ujarnya.

Dia menyebutkan bentuk aset produktif ini bisa berupa cash wakaf atau  wakaf saham dan lainnya.“Nah, tantangan terbesarnya adalah literasi, kemudian keberpihakan masyarakat dan pemerintah,”ujarnya seraya menambahkan dari pemerintah sendiri dalam bentuk regulasi proses pengalihan saham dari wakaf. Sehingga wakaf tersebut memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat.

 “Intinya adalah bagaimana sebanyak mungkin mereka yang  memiliki perusahaan mewakafkan sebagian perusahaannya pada nazir yang profesional. Tantangan ketiga adalah membuat  nazir wakaf  yang ada di Indonesia memiliki tingkat profesionalisme yang tinggi. Karena melihat kondiis dibeberapa negara seperti Turki dan Malaysia, ketika wakaf meledak, nazir wakaf justru dikelola CEO terbaik,”ujarnya.

Di Indonesia sendiri sambungnya, yang mewakafkan perusahaannya, masih belum banyak. “Ini semuanya kembali ke literasi. Kalau pemahamannya sudah sampai, saya yakin akan banyak sekali pengusaha yang akan mewakafkan perusahaannya,”imbuhnya.  

Seperti di ruangan ini sambungnya,  peserta WFB yang diikuti puluhan peserta, masih sedikit pengusaha yang memahami soal wakaf ini. “Yang hadir disini juga belum merefresentasikan 1 % dari total pengusaha di Sumut,”ujarnya seraya menambahkan pihaknya tidak fokus pada jumlah.

Meski begitu, sambungnya Global Wakaf Corporation menargetkan lima tahun kedepan akan terhimpun 1000 perusahaan yang mewakafkan sahamnya di Global Wakaf. “Kemudian dalam waktu yang paralel juga kita bisa memberikan investasi kepada 1000 perusahaan juga, supaya kita bisa mengembangkan aset wakaf  ini sehingga semakin besar,”ujarnya.

Tantangan lainnya, sebut Imam, masalah sumber daya manusia. Karena untuk mensosialisasikan wakaf ini, tidak semua orang yang aktif di ekonomi syariah atau dakwah islam mereka mengkampayekannya.

Sebelumnya, Marcom Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumut menyebutkan,  kegiatan WBF ini dengan mengumpulkan pengusaha di kota Medan. Acara ini mengupas tentang wakaf serta pengelolaannya secara modern dan kekinian yang produktif.

Jadi sambungnya, kegiatan yang digelar ini bertujuan mengedukasi masyarakat sehingga bisa menumbuhkan minat berwakaf dengan konsep produktif. Dalam artian, wakaf tersebut dikelola sehingga terus menghasilkan dan berguna bagi banyak kalangan. Kegiatan ini, tambahnya merupakan kali ketiga di Indonesia setelah digelar dua kali di Jakarta. (ukm01)

 

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2020. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved