Buka Peluang Usaha dengan Modal Murah

Buka Peluang Usaha dengan Modal Murah

Diposkan: 23 May 2018 Dibaca: 331 kali


UKMKOTAMEDAN.COM-MEDAN

Selama dua tahun berjalan, Ismalik Syahputra pun mulai menyadari, bahwa ia mulai tidak bisa menjalankan proses usahanya sendiri. "Saya sempat menangis, karena sangking lelahnya, apalagi waktu itu tempat produksi jauh, di Marendal, dan saya tinggal di Jalan Garu, dan berjualan di Jalan Sailendra. Setidaknya sebelum subuh saya sudah harus ke Marendal, karena produksi harus pagi pagi, apalagi untuk menjaga kualitas rasa es jagung yang harus fresh diolah hari itu juga, belum lagi ke Sailendra juga memakan waktu," jelasnya.

Setidaknya jam 11 siang ia baru sampai di Sailendra dan pembelinya sudah banyak yang menunggu. Pada 2015 akhir ia putuskan untuk menyewa sebuah rumah, sebagai rumah produksi, di Jalan Garu 3, Gang SD Inpres. Bersebelahan dengan rumah tinggalnya. Ia juga memperkerjakan 4 orang, tiga orang dibagikan produksi dan 1 orang yang menggantikannya berjualan. Dan sekarang, Malik hanya bertugas memantau produksi, memanagerial usahanya karena mulai diminati para mitra.

Kedatangan banyak orang yang ingin menjadi mitranya pun tidak bisa dielakkan, karena kian hari orang makin kenal dengan es jagungnya. Setidaknya hingga saat ini ada sekitar 12 outlet yang sudah berdiri untuk kota Medan saja. Kota lain seperti Tanjungbalai, Tebingtinggi, dan Pekanbaru pun sudah dijajakinya, menyusul kota Lhokseumawe yang akan segera dibuka. Untuk ketiga ini sistem kemitraannya dibuka dengan mendirikan rumah produksi untuk bisa menyebar disekitar kota tersebut.

Untuk kota Medan, dapur produksi berpusat di Jalan Garu, dan ke 12 outlet biasanya mengambil bahan baku esnya langsung, setiap harinya. Tebing Tinggi misalnya juga menjadi rumah produksi yang produksi es jagungnya disalurkan ke daerah-daerah sekitarnya seperti Indrapura, Serdang Bedagai, dan Perbaungan. "Bahkan ketika baru 1 Minggu gerai di Tebing Tinggi dibuka setidaknya sudah ada 15 hingga 20 orang yang mengajukan ingin bermitra dengan es jagung kita," cerita Malik.

Untuk kota Medan saja setidaknya dalam perhari Malik bisa mengolah 40 kilogram jagung yang diolah. "Karena musim penghujan, permintaan pun sedikit, tapi ketika hari cerah atau ketika ramadhan produksi bisa meningkat 80 hingga 100 kilogram jagung perharinya. Bahkan outlet kita pun bertambah. Setidaknya ada sekitar 24 outlet es jagung yang berjualan. Karena ada pedagang yang spesial berjualan ketika ramadhan saja," jelas Malik.

Untuk bergabung menjadi mitra es jagungnya pun termasuk murah dengan harga paket 1 tong es jagung, terdiri dari sekitar 135 porsi cup seharga Rp263.000, calon mitra sudah bisa berjualan es jagung yang dijual Rp4000 per cupnya. Setidaknya sekitar Rp250 ribu keuntungan kotor perhari yang bisa didapatkan calon penjual. Malik memang menerapkan harga murah untuk bermitra dengannya, calon mitra bisa menggunakan brand miliknya sesuai kesepakatan yang mudah.

Rasa es jagung nya pun tidak diragukan. Malik sudah menerapkan sop untuk menghasilkan rasa es dengan takaran yang pas. "Kalau kita punya kualitas yang bagus, orang-orang pasti akan kenal dan otomatis menjadi pelanggan. Itu pula yang saya tekankan pada calon mitra, tidak perlu untung besar, tapi usahakan semua orang bisa kenal rasa es kita, jika mereka sudah suka, mereka pasti kembali beli," ungkapnya. (wina/UKM03)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2021. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved