Peluang Manis dari Kaos Batak Doau

Peluang Manis dari Kaos Batak Doau
Karya brand Kaos Batak Doau

Diposkan: 18 Apr 2018 Dibaca: 358 kali


UKMKOTAMEDAN.COM-MEDAN

Menarik dan kreatif, itulah kesan pertama untuk Brand Kaos Batak Doau. Di mana pencetusnya berani mengangkat simbol simbol budaya Batak, ke dalam sebuah Busana kasual seperti kaos.

Beragam desainnya mampu menarik anak muda, yang biasanya enggan aktif untuk mempopulerkan budaya Batak. Brand Kaos Batak Doau ini hadir sejak tahun 2016, saat Roy Romero dan istrinya Theresia Agustina Natalia Simatupang, mulai terlibat di usaha sablon.

Menaikkan desain budaya, khususnya budaya batak, menjadi satu tantangan yang juga menjadi peluang bagi Tere dan suami.  Apalagi Tere dan suaminya sempat merasa orang Batak tak bangga lagi pada budaya, bahkan ada yang menghilangkan marga pada belakang nama mereka.  

"Bukan cuma tampil beda dari yang lain, ada sisi pesan yang mau kita sampaikan pada masyarakat Medan, baik yang masih dikota ini atau yang sudah merantau ke luar kota bahkan luar negeri, untuk bangga pada budaya sendiri, budaya batak khususnya, dan tentu ada sejarah yang bisa mereka pelajari lewat desain-desain kaos yang kami keluarkan," jelas Tere, saat diwawancarai. Kaos Batak Doau menjadi salah satu merchandise yang bisa didapatkan saat pekan raya berlangsung.

Keunikan tiap desain kaos Batak Do Au, ternyata ada banyak pertimbangan dan pemilihan desain yang dipakai. Terutama karena menyangkut sejarah dan budaya khas Batak. Tidak bisa sembarang mencaplok gambar, lalu memajangnya dengan teks yang asal-asalan, karena tentu orang bisa menyalah artikan juga tak bisa menyampaikan pesan yang tersirat.

Itu sebabnya tiap desain yang dirancang, selalu mereka putuskan bersama dan meminta pendapat sari para budayawan lokal. "Meminta kritik dan saran dari para budayawan yang kami kenal untuk verifikasi, karena kami juga tidak mau kata-kata ataupun gambar di dalam kaos lari dari makna sesungguhnya," kata Wanita yang sempat bekerja diberbagai bidang di Jakarta ini.

Misalnya untuk sebuah kaos bergambar Sisingamangaraja, apakah desain yang dibuat mewakili cerita atau gambaran sejarah sebuah peristiwa tertentu harus di verifikasi kebenarannya. Selain mengingatkan orang lain terhadap fakta sejarah juga membuat kaya pengetahuan si pemakainya.

Makna dari kata Batak Do Au yang menjadi brand kaos Tere dan Roy berarti 'Saya Batak'. Kata ini menganduk makna bagaimana seseorang yang memakainya tak malu tapi justru bangga, 'Batak Itulah Aku'. Pemilihan kata ini juga menjadi salah satu tagline yang membuat Tere dan Roy, optimis membangun wacana supaya orang batak sendiri mengakui dan bangga pada suku dan budaya mereka.

"Kaos kita pun booming, banyak yang tertarik, itu sekitar tahun 2012. Penjualannya juga telah mulai stabil. Selain itu kaos Batak Do Au ini pun mulai mengikuti pameran seperti Medan city expo, dan pameran lainnya. "Ketika sempat APEC datang ke Medan, kita pun mendapat apresiasi, banyak yang tertarik dengan membeli baju dari Kaos Batak Do Au, karena mutunya yang bagus, selain itu harganya lebih murah," cerita Tere. (wina/UKM03)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2021. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved