BI Terima Rp 1,5 Triliun Uang Tidak Layak Edar

BI Terima Rp 1,5 Triliun Uang Tidak Layak Edar

Diposkan: 15 Nov 2018 Dibaca: 16 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Bank Indonesia menerima uang pecahan tidak layak edar, mencapai Rp 1,5 triliun. Hal ini menunjukkan kesadaran masyarakat untuk memelihara uang sangat rendah dan ini sangat memprihatinkan.

 

Apalagi, pecahan yang tidak layak edar paling besar adalah pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu. Hal ini diungkapkan Direktur BI KPw Sumut Andiwiana S, Rabu (14/11). Bank Indonesia sebutnya terus mengkampanyekan ke masyarakat seperti apa sebaiknya memelihara uang. Sebab uang yang dimiliki tidak dilipat, tidak diklip, atau hekter, tidak dicoret-coret. “Seharusnya disimpan dengan baik,”ujarnya, Rabu, (14/11/2018) di Medan.

Menurut Andi, memang masyarakat kita masih perlu diedukasi untuk dapat memperlakukan uangnya dengan baik. “Biaya untuk mencetak uang dan mendistribusikan ke masyarakat serta biaya untuk pengelolaan uang sangat besar. Seandainya itu bisa dihemat bisa dimanfaatkan untuk hal-hal untuk produktif,” katanya.

Dia menambahkan, semakin sering dilipat dan dipindah tangankan maka kadar uang itu semakin berkurang. Ujung-ujungnya jika disortir oleh bank dan disetorkan Bank Indonesia dikategorikan uang tidak layak edar.

“Kalau di negara lain yang bisa lebih lama bertahan itu dikarenakan perilaku masyarakat. Kalau kualitas uangnya itu sebetulnya hampir sama setiap negara. Di negara lain bisa sampai 19 kali berpindah tangan sedangkan di Indonesia hanya sekitar 11 kali,” tandasnya. (UKM06)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2018. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved