Mendorong Kemandirian UKM ke Pasar Modern
Diposkan: 18 Oct 2017 Dibaca: 515 kali
UKMKOTAMEDAN.COM-MEDAN
Kemandirian Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Medan terus didorong.Sehingga bisa semakin mengembangkan pemasarannya menuju pasar modern yang berdaya saing.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan, Emilia Lubis saat membuka acara pertemuan antara stokholder eksternal dan internal mengaku sangat mendukung upaya MoU pengembangan UMKM dengan pihak terkait, Selasa (17/10).
Pertemuan yang berlangsung sekira tiga jam tersebut menghadirkan perwakilan Bank Sumut, Ainal Fachri Harahap dan pengurus Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Rajin Sitepu.
Selain dihadiri pelaku UMKM, kegiatan ini juga melibatkan Dinas Perindustrian untuk pemanfaatan tehnologi tepat guna, Kemudian Dinas Ketahanan Pangan, karena instansi ini dinilai perlu untuk bekerjasama untuk mutu keamanan pangan, serta Dinas Kesehatan untuk PIRT serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk sertifikasi halal.
Pertemuan ini sambungnya, menjadi upaya untuk mendukung produk UMKM menuju pasar modern.”Jadi dari pertemuan ini, ada beberapa program jangka pendek dan jangka menengah. Kalau untuk jangka pendeknya itu, bagaimana agar produk UMKM ini bisa dipasarkan melalui mini market KPRI UINSU. Jadi ada Mou antara pelaku usaha dengan koperasi UINSU, dari sisi produknya. Kemudian membangun Mou dengan Bank Sumut untuk pembiayaan dengan bunga 6,9%,”ujarnya.
Hal ini dinilai penting, karena untuk bisa masuk ke pasar modern itu, tidak mudah. Karea ada persyaratan yang harus dipenuhi. Seperti kemasan yang menarik dan produk yang berdaya saing. Untuk itu sambungnya, pelaku UMKM harus bersiap. Baik itu dari sisi sumber daya manusia (SDM), pengelolaan keuangan.
“Jadi perlu pembenahan dari SDM untuk proses pembelajaran ke pasar modern,”ujarnya, sebab selama ini ada beberapa pelaku UMKM yang meski sudah masuk ke pasar modern namun “kalah” karena tidak siap dengan SDM nya. Memang akunya, dari segi mutu pihaknya sudah mulai memberikan dukungan berupa perizinan gratis. Disisi lain, ada juga pelaku UMKM terutama untuk usaha kuliner yang beranggapan tidak perlunya kelengkapan perizinan, dikarenakan usahanya tetap laris manis.ukm01