LTR di Sumut Siap Didanai Investor Asing
Diposkan: 19 Jul 2018 Dibaca: 393 kali
UKMMEDAN.COM, MEDAN-Kadis Perhubungan Sumatera Utara (Sumut) M Zein Siregar menuturkan Light Rail Transit (LTR) untuk kawasan Medan- Binjai- Deli Serdang (Mebidang) dan Medan- Danau Toba sepanjang 160 km akan siap didanai oleh Investor China dan Korea Selatan.
Hal itu disampaikan Zein, di sela pertemuan Asia Europe Meeting – Transport Senior Officials Meeting (ASEM-TSOM) 2018 di Hotel JW Marriot Medan baru-baru ini. Di mana, Kota Medan terpilih sebagai tempat pelaksanaan kegiatan itu yang dihadiri juga oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Djoko Sasono, hadir Gubsu diwakili Asisten II Ekbang Ibnu S Hutomo dan Kadis Perhubungan Sumut M Zein Siregar.
“Semuanya tergantung investor. Kalau investor siap, kami ingin pembangunan LRT itu secepatnya di Sumatera Utara ini,” ucap M Zein Siregar di Medan.
Menurut Zein, dua calon investor itu berlomba untuk memenangkan proyek LRT tersebut. Mereka juga sudah melakukan beberapa penelitian dan peninjauan di dua kawasan itu. Juga beberapa kali rapat, bahkan ketemu Gubernur Sumatera Utara (Gubsu). Kerjasamanya langsung G to G.
“Kami sudah tawarkan ke investor China dan Korsel. Siapa paling siap, itu duluan,” katanya.
Meski tak menyebutkan total proyek LRT Sumut, namun Zein mengaku dana yang akan digelontorkan cukup besar. Pemprovsu dalam hal ini Dinas Perhubungan membantu perizinan dan beberapa halnya lainnya di lapangan seperti masalah ganti rugi lahan penduduk yang akan terkena proyek tersebut.
Sebelumnya Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ketika berada di Medan memastikan rencana pembangunan proyek LRT di Kota Medan.
Sri Mulyani mengakui pemerintah memang tengah membidik Kota Medan sebagai salah satu target pembangunan moda transportasi massal itu. LRT sendiri merupakan moda transportasi berbasis rel. Dua kota di negara tetangga, Singapura dan Kuala Lumpur sudah sejak lama memiliki moda transportasi yang satu ini.
Data Land Transport Authority di Singapura menyebutkan saat ini di kota tersebut terdapat tiga rute LRT; sedangkan di Kuala Lumpur ada lima rute. Secara kasat mata, LRT tidak jauh berbeda dengan kereta perkotaan lainnya, baik itu kereta rel listrik (KRL) Commuter Line ataupun mass rapid transit (MRT) yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan. Ketiganya sama-sama digerakan oleh aliran listrik dari bagian atas.
Kapasitas LRT jauh lebih kecil dari MRT ataupun KRL. Setiap rangkaian kereta hanya bisa mengangkut maksimal 628 orang penumpang. Sedangkan kereta yang akan digunakan oleh MRT adalah rangkaian kereta yang terdiri dari maksimal enam kereta.
Dalam sekali perjalanan, satu rangkaian kereta dapat mengangkut 1.950 penumpang. (UKM03)