Pancaroba, Waspadai Flu dan Demam Berdarah
Diposkan: 18 Jul 2018 Dibaca: 374 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Kondisi cuaca yang tak menentu belakangan ini dapat membuat virus dan bakteri penyebab penyakit berkembang lebih pesat.
Jika di saat bersamaan daya tahan tubuh sedang menurun sangat mungkin untuk terkena beberapa penyakit antara lain flu merupakan penyakit yang paling sering terjadi saat cuaca pancaroba.
Seperti yang dikatakan Kepala Puskesmas Pancurbatu dr Hj Tetty Rossanti Keliat di mana flu juga dikenal sebagai common cold ini adalah penyakit yang disebabkan oleh virus, yang tersering adalah Rhinovirus.
"Saat kondisi cuaca pancaroba, angin yang berhembus kencang dengan mudah menyebarkan virus ke semua orang yang daya tahan tubuhnya sedang menurun. Terik matahari dan angin yang bertiup kencang membuat debu beterbangan ke sana ke mari. Jika sering berada di luar rumah dan tidak menggunakan masker, sangat mungkin mengalami batuk," katanya, Selasa (17/7/2018).
Menurutnya batuk merupakan mekanisme pertahan tubuh, ketika saluran pernapasan berusaha untuk mengeluarkan benda asing atau lendir yang terperangkap di saluran napas.
Sementara itu, demam berdarah juga merupakan penyakit yang lumrah terjadi di saat cuaca pancaroba. Ini karena penyebar virus demam berdarah, Nyamuk Aedes Aegypti, lebih mudah berkembang saat pergantian musim seperti sekarang. Selain itu, salah satu penyakit langganan saat cuaca pancaroba adalah diare.
Kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri maupun virus, air yang tidak bersih, dan rendahnya daya tahan tubuh. "Diare merupakan penyakit yang ditandai dengan tinja lembek atau cair, yang dikeluarkan dengan frekuensi lebih sering dari biasanya. Kondisi ini juga dapat disertai dengan gejala nyeri perut, mual, atau bahkan muntah. Pada kasus yang parah, penderita dapat mengalami demam dan feses berdarah," sebutnya.
Lebih lanjut dikatakan Tetty, demam tifoid merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri salmonella typhosa. Bakteri tersebut dapat masuk ke dalam tubuh akibat sanitasi yang buruk, terutama di saat cuaca tak menentu. "Demam tifoid memiliki gejala demam, diare, serta mual dan muntah. Penyakit ini dapat mengancam nyawa penderita jika tidak segera diatasi," tutupnya. (UKM03)