Awal Juli, Pasar Keuangan Masih Melemah
Diposkan: 02 Jul 2018 Dibaca: 515 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Mengawali pekan ini di bulan Juli, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dibuka hijau dan ditutup rebound melemah kelevel 5.746 atau turun 52 Poin atau turun sebesar 0,9%. Perdagangan tertinggi IHSG berada di level 5.832 dan perdagangan terendah IHSG berada di level 5.746.
Menurut Gunawan Benjamin, Pengamat Ekonomi Sumatera Utara (Sumut) pemerintah dan Bank Indonesia (BI) terus berupaya menjaga tren penurunan mata uang Rupiah terhadap dolar AS.
“Hari ini Rupiah diperdagangkan di kisaran level Rp. 14.373, Bank Indonesia sudah melakukan intervensi sejak beberapa bulan lalu. Dan beberapa hari lalu, BI juga sudah menaikkan suku bunga acuan BI sebesar 50 bps. Namun gejolak ekternal lebih kuat yang mengakibatkan baiknya fundamental Indonesia belum begitu berpengaruh terhadap IHSG,” katanya, Senin (2/7/2018).
Menurutnya,perekonomian Indonesia sepanjang kuartal I 2018 ini lebih dipengaruhi oleh tekanan eksternal. Perekonomian dunia mengalami perubahan yang cukup pesat dan tidak stabil. Di mana kenaikan suku bunga The Fed menyebabkan kenaikan suku bunga yang diikuti oleh negara-negara lainnya.
“Terkait dengan pelemahan pasar keuangan kita khususnya IHSG, saya melihat kenaikan BI rate memang harus diimbangi dengan kebijakan serta target penyaluran kredit perbankan. Kenaikan BI rate memang menekan saham perbankan hari ini. Namun saya pikir tidak akan berlangsung lama. Manajemen masing-masing bank nantinya akan melakukan penyesuaian terkait dengan kebijakan BI yang baru,” terangnya.
Di sisi lain, untuk membantu perbankan dalam ketentuan Loan to Value/Financial to Value (LTV/FTV). Kini Bank Indonesia memberikan kewenangan kepada perbankan untuk menentukan sendiri jumlah LTV/FTV debiturnya. “Menurut saya aturan ini harus dimanfaatkan bank dengan sebaik-baiknya jangan sampai pelonggaran aturan ini disalahgunakan oleh kepentingan bank yang merugikan nasabahnya atau sebaliknya,” pungkasnya.
Saat ini, sambungnya gejolak ekonomi dunia juga memang sangat mempengaruhi pasar saham, kebijakan-kebijakan yang diambil oleh negara AS turut mempengaruhi pergerakan harga saham global. Gejolak perang dagang antar negara Amerika Serikat dan China tidak kunjung menemukan titik kesepakatan yang saling menguntungkan seperti AS dan Korut yang kini bersekutu. Gejolak perang dagang antara AS dengan China menimbulkan polemik yang turut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi negara-negara lainnya. (UKM03)