Hilirisasi Riset Lewat Pengabdian Masyarakat

Hilirisasi Riset Lewat Pengabdian Masyarakat

Diposkan: 05 Sep 2019 Dibaca: 307 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, JAKARTA - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi mendorong agar hasil riset yang dilakukan di perguruan tinggi dapat memberikan hasil nyata bagi masyarakat dan industri melalui hilirisasi. Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat Ristekdikti, Prof. Dr. Ocky Karna Radjasa, dilansir dar laman ristekdikti mengatakan program pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi salah satu wujud dari hilirisasi riset.

“Hilirisasi tidak harus selalu berakhir di industri atau komersialisasi. Kita sudah berkomitmen bahwa riset tidak bisa dilepaskan dari pengabdian kepada masyarakat,” tuturnya dalam Workshop Restorasi KKN sebagai Konsep Pengembangan Pendidikan Tinggi dan Kontribusinya kepada Masyarakat, dilansir dari laman ugm.ac.id, Kamis (5/9/2019.

Di dalam konteks Tridarma Perguruan Tinggi, kegiatan pengabdian tidak kalah penting jika dibandingkan dengan kegiatan pendidikan dan penelitian. Karena itu, porsi perhatian yang diberikan bagi pengembangan kegiatan pengabdian juga sepatutnya sama besar dengan dua darma lainnya. Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan prinsip dasar dalam pengabdian kepada masyarakat, yang di antaranya meliputi sinergi, multi-disiplin, dan bermitra, terstruktur dengan target luaran yang jelas, sesuai kebutuhan atau tantangan di masyarakat, serta berkelanjutan, tuntas, dan bermakna. Mengacu pada standar nasional Dikti terkait pengabdian kepada masyarakat, UGM menurutnya menjadi salah satu PTN yang telah memenuhi standar kinerja tersebut dengan baik.

“UGM sudah on the right track. Kalau perguruan tinggi menerapkan standar nasional, pasti output-nya bagus,” ucapnya. Di samping itu, KKN-PPM juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai kepribadian berupa nasionalisme dan jiwa Pancasila, keuletan, etos kerja, dan tanggung jawab, serta kemandirian, kepemimpinan, dan kewirausahaan.

Anggota Komisi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Senat Akademik UGM, Prof. Dr. Suratma menyebutkan perjuangan lahirnya KKN serta perkembangannya di UGM, jelasnya, berlangsung dalam periode waktu yang cukup panjang, dimulai dari inisiasi pengerahan tenaga mahasiswa di luar Jawa pada tahun 1951-1962, perintisan sukarela menjadi wajib pada tahun 1971, periode peralihan dan pemantapan pada 1977-1990, hingga periode KKN-PPM terintegrasi dimulai dari tahun 2012 hingga sekarang. Kegiatan KKN-PPM, ujar Suratman, menjadi suatu tantangan sekaligus peluang bagi mahasiswa.

Konsep KKN-PPM menurutnya dapat memberi ruang kreasi kewirausahaan bagi mahasiswa dengan minimasi risiko, serta dapat membangun inspirasi calon pemimpin bangsa dan dunia. Selain itu, KKN-PPM juga dapat membangun ketangguhan dan kemandirian, serta daya kritis mahasiswa dalam penyelasaian masalah di tengah masyarakat.(*)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved