Wahyu Hidayat, dari Nol hingga Sukses sebagai Digitalprenuer
Diposkan: 10 May 2018 Dibaca: 678 kali
UKMKOTAMEDAN.COM-MEDAN
Perkembangan dunia digital saat ini sangat pesat. Banyak peluang bisnis yang bisa diraup dari sini. Inilah yang dilakoni Wahyu Hidayat, yang kini nyaman sebagai Digitalpreneur atau sebagai pembicara di pelatihan digital marketing. Terjun di bisnis jasa pelatihan internet marketing bagi Wahyu Hidayat ibarat ketemu jodoh sejati.
Dia terpaksa melepaskan impian kedua orangtuanya untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS) setelah gagal tujuh kali mencoba. Dia juga berani mengambil keputusan hengkang dari media online di Sumatera Utara demi menapaki karirnya satu persatu. Pria kelahiran 14 Maret 1983 ini memulai jasa pelatihan marketing sejak 2013, setelah sebelumnya memantapkan diri bergelut dengan jasa online sejak 2012.
Kini, dia berdiri sebagai narasumber dan pembicara untuk pelatihan berbasis online yang mencakup, sebagai guru SEO (belajar training/private SEO), internet marketing, social media marketing dan gadget marketing. Dalam menjalani usahanya, Wahyu menawarkan pelatihan kepada berbagai kalangan tentang pentingnya media onlie untuk pemasaran produk, promosi bisnis, optimasi untuk pemasaran online. Dia juga seringkali menjadi konsultan bisnis-small business enterprise.
Dia acapkali menjadi pembicara social media preneur untuk menyentuh pasar pengguna social media pemula. Alumni sarja pertanian Universitas Islam Sumatera Utara ini menjadi tokoh kunci tunggal dalam usahanya. Sejatinya, selain menawarkan pelatihan, dia juga menawarkan jasa promosi online seperti, jasa twitter buzzer, jasa search engine optimization, jasa pembuatan website, jasa digital marketing.
Pria yang juga alumni Diploma Komputer Medicom Medan ini mengaku skill untuk melatih berbasis online bermula dari kegemaran terhadap dunia maya. “Sering online setiap hari, hingga menemukan keahlian yang tanpa disadari dibutuhkan banyak pihak. Otodidak dan awalnya juga ikut pelatihan-pelatihan optimasi online dikarenakan kebutuhan akan ilmu digital. Saya pikir tidak harus memiliki pendidikan formal untuk mendapatkan ilmu yang saya jalani sekarang ini,” ujarnya.
Konsumennya sangat merata, apalagi menurutnya saat ini kebutuhan masyarakat akan pemanfaatan dunia digital sangat besar. “Ya melihat kebutuhan pasar, maka melalui bisnis penyedia jasa pelatihan social media marketing inilah sebagai upaya membantu individu atau perusahaan dalam meningkatkan bisnis dan merek pribadi melalui pengoptimalan digital media,” jelasnya.
Pria yang akrab dengan panggilan Blahe ini mengurai dalam menjalankan usahanya menggunakan strategi yang efektif dalam meningkatkan dan mengelolah publikasi, pemasaran, reputasi sampai meningkatkan pengikut di akun social media (twitter, facebook, dan lain-lain).
“Itu semua masuk dalam jasa yang ditawarkan kepada pihak yang membutuhkan. Hal tersebut dilakukan dengan melakukan riset, menemukan pasar, membaca perilaku dan menjangkau pasar. Melalui jasa yang ditawarkan, mampu membangun kepercayaan konsumen, lalu membuat mereka membantu memasarkan apa yang saya bisa ke orang lain,” paparnya.
Untuk penentuan tarif jasanya, Blahe tak sembarang. Dia bahkan melakukan riset harga pasar. Blahe memastikan jasa yang ditawarkan termasuk kategori yang murah. Harga pelatihan Rp3,5juta/4hari belajar private SEO/digital marketing dan Jasa social media handling sebesar Rp5-15juta/bulan.
Pelatihan, lanjutnya memakan waktu 12 jam per hari, yang rata-rata menghabiskan dua hari. “Biasanya lebih dari sehari, supaya maksimal 24 jam, dan itu dibagi perhari 12 jam. Kadang bisa lebih harinya. Bahkan ada juga ketemu peserta yang masih mau terus dilatih. Yang begini buat saya semangat,” timpalnya.
Terkadang, Blahe juga bermitra dengan rekan. Seperti pelatihan pada Desember 2013, dia tak sendiri, dia mengundang rekan dari Pulau Jawa. “Kami bertiga untuk melatih pelaku UKM di Medan, seperti pengusaha CCTV, penjual luwak kopi, jual camilan dan lainnya. Jadi upah pelatihan dibagi rata bertiga bersama rekan lainnya,” ungkapnya.
Kini, kliennya tak tanggung-tanggung selain ada corporate nasional juga datang dari mancanegara, seperti Korea. Blahe menegaskan ini adalah bisnis pilihan. Dia sudah memiliki skill, juga telah memiliki ranah untuk mendulang rupiah sendiri. Apalagi, mentransfer ilmu tentang dunia online bukanlah hal yang tabu baginya yang sudah digelutinya sebagai hobi ini semasa duduk di bangku perkuliahan. Blahe dulunya aktif di jejaring sosial Microsoft Internet Relay Chat (mIRC), dan sempat menjadi seleb chat dijejaring mIRC dengan memakai nick Why_Fly & bLahe dengan channel #Melayang yang dimiliki. Selain itu, dengan latar belakang pendidikan Diploma Komputer bisa dibilang dasar mengapa dia memiliki hobi bersosial media.
Tepat tahun 2011, awal Blahe melejit dia mendirikan akun @ceritamedan digarap sebagai akun anonym. Akun ini awalnya digarap hanya sebatas media informasi seputar kota Medan dengan berlatar belakang sebagai jurnalis di sebuah media online ternama di Medan yang ditekuni sejak tahun 2009. Seiring berjalannya waktu ternyata hobinya berbagi informasi via twitter justru membuat akun @ceritamedan besar dan ini terlihat dari pertambahan follower yang ada.
Kemudian Blahe mendapat tawaran untuk jasa promosi ‘buzz’ di twitter dan mendapat pembayaran yang luar biasa menarik dari pihak Tupperware Indonesia. “Lalu tambah ke jenjang yang lebih baik lagi, yakni saya dipercaya memberikan seminar serta sharing jurnalistik dan ilmu ber-social media yang baik hingga mampu berpenghasilan di beberapa kampus di Medan dan sekolah-sekolah. Ini dapat menjadi pembelajaran bahwa belajar ilmu jurnalistik layaknya pemberitaan bisa dimulai dari ngetweet di twitter.
Hal ini juga yang melatarbelakangi saya terus menggelugi bisnis digital ini. Bila dibandingkan harus kerja kantoran dengan sistem ‘office hour’, di usaha digital ini lebih memiliki kualitas waktu yang saya bisa atur sendiri. Hingga mengkaburkan konsep ‘berpenghasilan tetap’, namun jalani hidup dengan ‘tetap berpenghasilan’. Itu yang menjadikan Saya tetap berpenghasilan dari jasa digital yang ditekuni ini,” urainya.
Diapun yakin bisnis ini berjangka panjang dan layaknya usaha kuliner, jasa online baik untuk pelatihannya tidak akan pernah mati. Menurutnya, manajemen jejaring sosial yang baik dapat membuat usaha kecil terlihat besar dan usaha besar terlihat luar biasa. “Jejaring sosial dapat menekan biaya untuk memasarkan usaha. Dapat terhubung langsung dengan pelanggan. Jejaring sosial dapat membantu membangun jaringan bisnis baru dan memperkuat yang sudah ada. Pertumbuhan pengguna jejaring sosial yang sangat cepat. Hal tersebut yang sangat dibutuhkan banyak pihak di era digital sekarang ini dengan pertimbangan cost yang tidak memberatkan,” ucapnya.
Bahkan, usaha berbasis produkpun akan sangat terkait dengan bisnis jasa digital marketing tahun-tahun ke depannya. “Artinya, kebutuhan jasa digital marketing akan sangat dibutuhkan para pebisnis yang ingin memasarkan produknya dengan kekuatan marketing di dunia digital. Hingga akhirnya semua pebisnis akan menggunakan pemasaran digital bila dilihat dari perkembangan dunia sekarang. Persentasi tingkat penjualan produk yang secara offline akan berdampak modal besar dari segi pemasaran dibanding jualan dengan digital marketing,” pungkas pemilik PT. Carita Media Mayantara ini. (UKM02)