IIBF Kembali Gelar Workshop HTBDF
Diposkan: 02 May 2018 Dibaca: 884 kali
UKMKOTAMEDAN.COM-MEDAN
Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) Medan akan menggelar kembali Workshop How to be Debt Free (HTBDF), 5-6 Mei 2018 mendatang di Imam Bonjol Room, Le Polonia Hotel. Seminar ini bertujuan agar peserta mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang pasar konsumen dan lingkungan ekonomi saat ini. Juga belajar keterampilan yang diperlukan untuk mengambil alih situasi keuangan mereka, merencanakan masa depan dan menghindari jebakan pada situasi keuangan.
"Ada beberapa materi yang tentunya mudah diterapkan, bagi pengusaha atau calon pengusaha mulai dari topik Why Entrepreneur Failed, The Secret to be Rich, People Attitude on Money Life, Good Debt and Bad Debt, Investment debt, tips, and strategy. How to be Debt Free dan topik lainnya," ungkap Sua Betria Dhani, selaku tim promosi dan juga sebagai pengurus di bidang Pengembangan Bisnis IIBF Profsu I.
Acara ini juga akan diisi langsung oleh beberapa pembicara V-Coach Nasional IIBF seperti H. Jamhur Abdullah.ST.MSi yang juga Owner Bimbel Adzkia, Supriadi. SE owner Adiguna group juga Owner Cut Dewi Café, Imam Zamroni. SE, Owner Riau Brand dari Pekanbaru, Herwan Nafil, ST.M.Si Pengusaha Property & Penulis, H. Ricky Winardi, SE, AK yang juga Pengusaha Property dan Coach Agus Langgam Owner dari PT. Langgam Group, Solo.
Sua menuturkan target peserta yang mengikuti workshop ini sekitar 50 orang, antusias masyarakat untuk mau memulai bisnis dan membuka peluang usaha menjadi salah satu target peserta pada workshop kali ini.
Sua juga menuturkan beragam pengalamannya setelah mengikuti beberapa wprkshop bersama IIBF, "Ada beberapa target inti yang saya dapatkan, mulai dari memahami karakter seorang pebisnis, memahami tentang hutang pituang, memahami point penting yang diperlukan dalam menguatkan dan meningkatkan bisnis, serta point yang harus ditinggalkan seorang pengusaha agar tidak bangkrut dalam bisnis," jelasnya.
Keuntungan setelah ikut dalam workshop ini adalah adanya jaringan yang terus bisa diakses gratis, mulai berkonsultasi dengan coach tanpa dipungut biaya. "Para coach bukan mencari keuntungan, karena masing-masing coach justru sukses dilihat dari usahanya," jelas Sua yang bergerak di bisnis properti dan software ini.
Indonesian Islamic Business Forum ini juga punya fasilitas Buyers meet Sellers, National and International Exhibition, International Cooperation, IIBF Award, IIBF Books and Magazine dan Weekly Business. Bahkan pula IIBF memiliki program Workshop and Camp yang dilaksanakan secara terjadwal untuk peningkatan keterampilan yang dibutuhkan oleh pelaku bisnis dan anggota IIBF. (wina/UKM03)