Dr Ellen, dari Akrilik Mampu Buka Peluang untuk Para Ibu

Dr Ellen, dari Akrilik Mampu Buka Peluang untuk Para Ibu

Diposkan: 27 Apr 2018 Dibaca: 953 kali


UKMKOTAMEDAN.COM-MEDAN

Satu ruko bernama Rumah Kreatif Ellen terletak di Jalan T. Amir Hamzah Binjai-stabat ini milik seorang perempuan berprofesi dokter. Mahdalena Ariyani nama lengkapnya, perempuan kreatif ini pantas dijuluki Kartini masa kini, sebab andilnya membantu para ibu rumah tangga mencari peluang dari mengait kerajinan tangan bebrabhan akrilik dan manik-manik.

Di ruko berukuran satu pintu inilah, para ibu-ibu Secara bergantian pengunjung mencari bentuk manik yang mereka inginkan, memilih warna kemudian menimbangnya, lalu setelah itu membayarnya ke kasir. Ada pula yang tak segan duduk berlama-lama mengerjakan kerajinan tangan yang ingin mereka bentuk.

Dr Ellen sapaannya, sesekali ikut berbaur mengajarkan aneka bentuk atau kreasi baru, dan ini selalu diberikannya gratis. Para ibu bisa duduk berlama-lama sampai mereka menguasai satu teknik atau pola. Situasi ini berlangsung hampir seharian menjelang rumah kreatif ini tutup pada pukul 18.00 WIB. Silih berganti masyarakat datang, baik dari lingkungan sekitar ataupun dari luar kota Binjai, seperti Medan, Stabat, dan bahkan dari Riau hingga Aceh.

Ibu dari 3 anak ini berbekal belajar kreativitas berbahan baku akrilik Lampung tahun 2010 silam, menjadi inspirasi bagi dr Ellen, yang juga berprofesi sebagai dokter umum dengan spesialis pengobatan herbal. Keisengannya berasal dari hobi membuat sesuatu dari tangannya ini ternyata membuahkan hasil yang sudah bertahan sekitar 7 tahun lamanya. Uniknya tidak hanya menjual produk yang sudah siap pakai, Ellen justru membuka peluang dengan menjual aneka bahan manik-manik baik akrilik, dan kristal.

“Alhamdulillah saya punya suami yang punya pekerjaan yang mengharuskannya pindah dari satu kota ke kota lain, dan waktu itu kesempatan kita tinggal di Lampung. Karena saya hobi membuat sesuatu kerajinan tangan saya putuskan untuk belajar berkreasi dengan manik-manik. Itupun waktu belajar hanya 3 hari, karena seminggu sesudahnya saya harus ikut suami pindah ke kota Binjai,” jelas dr Ellen yang ditemui di workshopnya.

Dari kerajinan inilah ia banyak menginspirasi kerabat dan teman-teman dekatnya, yang ternyata mengagumi hasil kreasinya. Setelah pindah ke Kota Binjai, iapun tidak pernah berhenti menerima orderan yang minta dibuatkan aneka macam asesoris atau hiasan rumah tangga.

Belakangan, Ellen pun berfikir untuk mengajarkan siapa saja calon pembeli produknya. Dia menganggap cara ini juga lebih efektif untuk konsumen mendapatkan harga murah, sekaligus membuka peluang usaha bagi mereka, khususnya ibu rumah tangga.  Hadirnya rumah kreatif awalnya dirintis dengan bahan baku yang tidak terlalu banyak dan terbatas. Makin hari tempat ini kemudian menjadi wadah belajar bagi masyarakat yang ingin memiliki keterampilan tanpa harus mengeluarkan biaya dan ramai hingga sekarang. Dr Ellen menuturkan hingga saat ini omset kotornya hanya berjualan bahan baku kerajinan tangan muali dari Rp 60 juta hingga Rp130 juta perbulannya.

Seiring berjalannya waktu, dr Ellen mengaku pelan tapi pasti bisnisnya ini berjalan baik. Setidaknya sudah ada seribuan orang yang belajar merangkai dan berkreasi dengan akrilik. Bahkan kreativitas tersebut menjadi sumber penghasilan dalam menopang kebutuhan hidup sebagian orang. Dikisahkannya, kehadiran rumah Kreatif ini berawal dari 2010 yang kala itu dia berkeinginan untuk belajar akrilik. "Saat itu saya bilang, saya pengen belajar. Dan saya akan bayar seharga yang dia jual tapi tolong diajarkan. Namun dia tidak mau dibayar, kecuali hanya membeli bahan," ujarnya.

Dari sinilah dr Ellen mulai belajar dengan beragam kerasi akrilik. "Alhamdulillah, ini juga yang menjadi inspirasi saya untuk menduplikasi. Ilmu itu nggak harus saya perjualbelikan. Karena terlalu murah, kalau kita perjualbelikan," ujarnya. Di sini dr Ellen memberikan kesempatan bagi siapapun yang ingin belajar. Berselang satu tahun, dia pun membuka kesempatan belajar di Medan. Itu juga berawal dari banyak permintaan orang.

"Mereka datang kemari untuk belajar. Karena mereka merasa jauh, di Binjai, apalagi mereka juga sudah tau, kalau di Medan ada klinik, mereka meminta agar dibuka. Awalnya masih gengsi, karena klinik disatukan dengan akrilik," ujarnya.Karena banyaknya permintaan, akhirnya permintaan tersebut pun direaliasaikannya. Selama tujuh tahun hadir, Rumah Kreatif Ellen ini sudah memberikan pelatihan bagi seribuan warga yang datang dari berbagai daerah seperti Langkat, Medan dan sekitarnya. Disebutkanya, dalam setiap pelatihan yang dilakukan, selalu saja ada orang yang baru.

"Yang datang berkisar 30 hingga 60 orang perhari. Hampir setiap hari itu ada saja yang baru, biasanya mereka datang dari berbagai pengajian atau arisan," ujarnya. Mereka yang datang juga mengetahui biaya produksi yang mereka siapkan serta harga penjualannya. Harga akrilik juga di jual beragam sesuai jenisnya,  dengan ukuran juga macam-macam. Mulai per 100gram per 14.000-25.000. Ada juga dijual perlusin seperti jenis manik krital,  perlusinnya mulai 4.500.

Pihaknya memberikan pelatihan untuk beragam produk rumah tangga. "Jadi semua alat rumah tangga, bisa dimodifikasi menjadi lebih bernilai. Mulai dari keranjang, tempat tissue, tempat permen, alas gelas, pernak pernik dengan segala jenis kartunnya. Seperti Doraemon, Hello Kitty,. Angry Bird dan lain-lain," ujarnya. Apa saja sambungnya bisa dijadikan kreativitas.

"Jadi mereka bawa contoh, kita coba rekayasa, perhiasan mulai kalung gelang bahkan tas juga bisa," ujarnya. Dalam belajar akrilik ini, seorang itu hanya membutuhkan waktu sekira dua pekan saja. "Idealnya, belajar akrilik ini, dalam dua minggu sudah bisa menguasai semua bentuk. Tapi memang tergantung keuletan orangnya juga," ungkapnya. Dari rumah kreatif ini juga pihaknya akan membantu memasarkan kreatifitas peserta didik. (wina/UKM03)

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved