Harga Tepung Terigu Mahal, Pengusaha Cake dan Bakery di Medan Resah

Harga Tepung Terigu Mahal, Pengusaha Cake dan Bakery di Medan Resah

Diposkan: 20 Feb 2019 Dibaca: 514 kali



UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Tepung terigu merupakan salah satu bahan dasar penting dalam pembuatan cake dan bakery. Sehingga jika terjadi gejolak harga terhadap bahan dasar ini akan mempengaruhi usaha yang bergeliat di dunia pembuatan kue dan roti.

Seperti saat ini, harga tepung terigu sangat meresahkan para pengusaha cake dan bakery di Medan.

Seperti diungkapkan Owner  CV. Sedap Inti Nusa  Papa Roti, Heddy Wiracman bahwa harga tepung terigu sudah mahal sejak Tahun 2018 lalu. Dikatakannya harga masih bertahan mahal sampai saat ini. Kalau sebelumnya hanya di kisaran harga Rp160 ribu/sak, kini bertahan diharga Rp170 ribu/sak.

Heddy memaparkan bahwa mahalnya harga tepung ini diakibatkan gejolak Dollar naik karena tepung terigu yang digunakannya tepung terigu import.

"Tepung roti kita import. Penyebabnya setau kita akibat  gejolak dunia dan dolar naik. Kalau tiket mahal dan kargo naik tidak pengaruh karena kita beli dari distributor," ungkapnya pada Rabu, (20/2/2019).

Meskipun harga tepung mahal namun pihaknya mengaku tidak bisa menaikkan harga produknya mengingat kondisi ekonomi tidak stabil.

"Kita tidak bisa menaikkan harga seperti ikut harga tepung karena roti kita dijual dengan sistem konsinyasi, resiko kita  orang tidak mau beli jika harga mahal," katanya.

Untuk bisa bertahan dan tidak merugi pihaknya mengalihkan biaya-biaya yang bisa dipotong seperti menukar penggunaan bahan bakar dari gas LPG 12 kg rencananya akan digantikan bahannya bakar gas negara. Diprediksinya akan lebih hemat.  

 
Sama halnya yang dialami Hari, Owner Bakery Seven7 bahwa pada Tahun 2018 terjadi kenaikan harga sebanyak 4 kali. Sampai Sekarang diakuinya harga tepung terigu  masih diharga yang sama. Untuk yang High protein saat ini ia peroleh dengan harga  175 ribu/sak.

"Kita tidak bisa harga naik karena kondisi ekonomi.jadi kita mencoba bertahan meskipun harus menurunkan produksi  25 persen," ucap Hari. Selain itu  ia juga mengaku terpaksa memperlebar pasar. Biasanya hanya Sumut seperti Medan, kisaran, tebing Siantar kini ia melebarkan pasar hingga ke Aceh.

Sementara itu, pihaknya mengharapkan agar harga tepung kembali stabil.(UKM06)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved