Yuniar Ambarita, Desain hingga Produksi Oleh-Oleh Khas Daerah Sumut

 Yuniar Ambarita, Desain hingga Produksi Oleh-Oleh Khas Daerah Sumut

Diposkan: 13 Feb 2019 Dibaca: 478 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Jika berjalan-jalan di Medan dan Parapat, Anda akan menjumpai toko oleh-oleh yang menjual aneka produk berkonten lokal dan bercirikan khas Sumatera Utara.

Seperti baju kaos, dompet, gantungan kunci dan lain sebagainya. Siapa sangka sejumlah produk yang sering ditemukan di toko-toko dan sejumlah galeri penjual oleh-oleh khas daerah di Medan dan Parapat itu adalah hasil karya seorang wanita muda.

Yuniar Ambarita namanya. Wanita kelahiran Parapat ini ternyata sudah menekuni produksi produk oleh-oleh khas daerah sejak 10 tahun belakangan. Produk-produk hasil dari ide dan inovasinya itu ternyata merupakan produk yang digemari wisatawan mancanegara bahkan wisatawan lokal.

Ia memang bukan satu-satunya pelaku usaha produksi produk oleh-oleh daerah asal provinsi terbesar ke 3 jumlah penduduknya di Indonesia ini. Namun, kegigihannya untuk eksis meski mengalami tantangan yang cukup besar bergelut di dunia usaha ini patut mendapat acungan jempol.

Berawal dari niat membantu ibunya yang tengah sakit, Yuniar yang akrab disapa Yun ini memutuskan berhenti dari pekerjaannya.

Ia mulai sering menemani ibunya berbelanja ke supplier yang kebetulan juga memiliki toko khas oleh-oleh di rumahnya di Parapat. Saat berada di toko supplier di Parapat ia miris melihat penjualnya kasar melayani para pembeli. Akhirnya Yun terfikir membuka usaha dibekali keahliannya dalam disaign kaos.

"Awalnya mamaku sakit lalu aku mengundurkan diri dari kerjaan kantor. Cuma mikir gak ada kegiatan gak enak. Saya mulai mikir mau ngerjain apa. Kemudian mamaku belanja dengan supplier di Parapat. Supplier di sana  itu kasar sama ibu-ibu yang belanja. Supplier itu supplier kaos , padahal dia beli desain dari saya. Awalnya saya jual desain aja. Saya pikir ini orang tidak sopan dengan orang tua. Dan saya perlu kegiatan. Jadi saya produksi kaos," jelasnya kepada wartawan.


Namun untuk bahan baku ia mengaku tidak memungkinkan kerja sendiri akhirnya iapun menghubungi saudaranya di Pulau Jawa untuk berkolaborasi. Saudaranya itu memiliki usaha  garmen sehingga memudahkannya untuk memulai bisnisnya.

"Pertama kali saya buka di daerah Padang bulan. Tapi itu awalnya hanya khusus memproduksi untuk di Parapat dulu, bukan untuk Kota Medan. Karena sudah banyak tahu, banyak juga konsumen yang datang untuk order kaos. waktu itu pendapatan saya lumayan," ujarnya sambil memperlihatkan disaign kaos  hasil  karyanya.

Bukan usaha namanya jika tidak ada resiko, hal ini pulalah yang sempat membuat Yun Down dalam menjalani bisnis ini. Belum lama ia merasakan manisnya bisnis produksi oleh-oleh khas daerah, ia ditipu Klien nya dengan jumlah yang tidak sedikit yakni mencapai  Rp 76 juta.

"Sempat kecewa karena baru mulai  sudah gagal. Namun saya paksakan untuk lanjut dan kemudian saya beli mesin printer Epson kaos. Baru saya produksi kembali,"ungkapnya.

Yun juga mengaku sempat mundur usaha kaos di Medan karena sudah terlalu banyak usaha kaos di Medan, ia hanya produksi kaos untuk memenuhi permintaan toko-toko di Parapat.

"Saya bisa bilang kaos saya di Parapat dan Medan banyak diminati orang, namun karena di Medan banyak yang usaha atau produksi kaos, jadi saya mundur usaha kaos di Medan dan hanya menjalankannya di Parapat saja," urainya.

Dalam kesempatan itu, Yun dengan brand produknya bernama Ambar itu tetap eksis sampai saat ini menggeluti produksi dan disaign produk oleh-oleh. Kini bukan hanya kaos tetapi sudah banyak varian produk. Seperti dompet ulos, dompet kanvas, gantungan kunci, rumah adat, syal bermotif ulos.

Kesemuanya itu kini rutin masuk ke 10 toko dan galeri di Kota Medan. Dan rumah produksinya yang awalnya hanya digunakan sebagai tempat produksi dan mendisaign, sejak dua hari lalu sudah disulapnya menjadi galeri tempat para UKM bisa menitipkan produksinya dan 80 persen barang yang dipajang di galerinya yang bernama Galeri Pudan itu adalah hasil karyanya sendirinya.(UKM06)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved