Mangga Jawa Timur Laris di Singapura

Mangga Jawa Timur Laris di Singapura

Diposkan: 03 Sep 2019 Dibaca: 24 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, SURABAYA - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) kembali melepas 6 ton mangga harumanis asal Jawa Timur ke Singapura, di Depo Jangkar. Nilainya mencapai Rp174,4 juta.

“Sebelum dikirim, petugas karantina harus memeriksa kesehatannya dengan melakukan pemeriksaan terhadap adanya investasi atau adanya lalat buah pada komoditas tersebut,” kata Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil,dilansir dari laman resmi kementerian pertanian, Selasa (3/9/2019). 

 Menurut Jamil, hal tersebut untuk memastikan komoditas yang dikirim benar-benar tidak mengandung hama dan penyakit sesuai persyaratan sanitary dan phytosanitary negara tujuan. 

 "Jangan sampai nanti malah ada masalah, penolakan sesampainya di sana. Selain merugikan eksportir dan petani, juga soal kredibilitas karantina selaku penjamin," ujarnya.

Jamil mengemukakan hingga Juni 2019 ekspor mangga Indonesia telah mencapai 568,7 ton atau senilai Rp11,55 milliar. Pihaknya yakin dengan kerja bersama instansi terkait, ekspor mangga bisa melampaui capaian pada tahun sebelumnya yaitu sebanyak 2,6 ribu ton. 

Dari data internal Barantan, pasar mangga Indonesia selain ke Singapura juga ke Rusia, United Arab Emirates, Saudi Arabia, Malaysia, Oman, Bahrain, Qatar, Kuwait, Hong Kong dan Amerika Serikat.

Kepala Karantina Pertanian Surabaya, Musyaffak Fauzi yang melepas komoditas tersebut menjelaskan berdasarkan informasi dari eksportir, permintaan pasar mangga harum manis ke Singapura sebanyak 50 ton setiap bulannya. Namun baru terpenuhi 6 ton setiap bulannya. 

Menurutnya karantina bersama dinas pertanian setempat dan pemerintah daerah bekerjasama baik dalam pengembangan komoditas ekspor tersebut maupun pelatihan  pada eksportir dan calon eksportir baru agar bisa memenuhi standar pasar negara tujuan. 

"Buah harus memenuhi standar SPS dari negara tujuan, itu intinya,” ungkapnya.

Menurut Jamil, Barantan melalui berbagai inovasi untuk mempermudah dan mempercepat proses eksportasi produk pertanian ke manca negara. “Ini sejalan dengan amanat Presiden melalaui Mentan, untuk menggunakan teknologi informasi, permudah perizinan dan sertifikat melalui digitalisasi untuk memudahkan layanan ekspor,” pungkasnya. (*/pertanian)

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2019. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved